BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemerintah optimistis realisasi pendapatan negara berhasil melewati target yang ditetapkan dalam APBN 2018 yang berjumlah Rp1.894,7 triliun. “Pendapatan akan melewati target APBN  atau lebih dari 100 persen,”  kata Menteri Keuangan  Sri Mulyani di Bali (6/12/2018).

Tercapainya pemasukan yang melewati target itu antara lain didukung oleh optimalisasi penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Selain itu juga karena adanya kenaikan harga minyak dunia.

Sri mengatakan, hingga  akhir November 2018, realisasi penerimaan perpajakan sudah mencapai Rp1.301,4 triliun atau 80,4 persen dari target. Pencapaian penerimaan dari sektor pajak maupun bea dan cukai ini tumbuh 15,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Seperti dikutip dari laman Antaranews.com, penerimaan pajak penghasilan (PPh) nonmigas dan pajak pertambahan nilai (PPN) ini menjadi gambaran makro terhadap kegiatan ekonomi yang tumbuh dengan cukup baik.

Penerimaan PPh nonmigas telah mencapai Rp591,6 triliun atau 72,4 persen dari target dan PPN sudah tercatat sebesar Rp459,9 triliun atau 84,9 persen dari target.

Sri Mulyani memastikan penerimaan PPh nonmigas maupun PPN ini masing-masing tercatat tumbuh 15 persen dan 14,1 persen dari periode sama 2017. "Tren peningkatan penerimaan akan berlangsung dalam minggu-minggu ini hingga mendekati akhir tahun," ujarnya.

Realisasi PNBP bahkan sudah melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp275,4 triliun, karena harga minyak dunia saat ini sudah melebihi asumsi yang ditetapkan dalam APBN.

Realisasi pendapatan dari sektor PNBP tercatat sudah mencapai Rp342,5 triliun atau mengalami pertumbuhan 20,4 persen dibandingkan akhir November 2017.