BREAKINGNEWS.CO.ID -  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memuji jajaran Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya pimpinan pasar modal ini telah bekerja keras selama tahun 2019  dalam upaya turut menopang perekonomian Indonesia melalui catatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berakhir di level cukup baik yaitu 6.299.

“Saya apresiasi kerja keras jajaran BEI dan seluruh anggota bursa SRO serta lembaga penunjang pasar modal maupun para pelaku atas kerja kerasnya pada 2019,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (30/12/2019).

Sri Mulyani mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun yang sangat berat bagi pelaku ekonomi, karena ada perang dagang antara Amerika Serikat dan China sehingga Bursa Efek Indonesia  membutuhkan usaha yang lebih besar untuk mendorong kinerja bursa.

“Kita semua paham dalam kelola kinerja perekonomian termasuk dari bursa butuh ekstra usaha dari kita semua,” ujar Sri Mulyani.

Oleh sebab itu, mantan direktur pelaksana IMF ini  menyebutkan sinergi dan koordinasi perlu dilakukan antara Bursa Efek Indonesia dengan pemerintah dalam merespon adanya berbagai perubahan di tengah gejolak global agar menciptakan perekonomian yang terus tumbuh dan terjaga. “Kita harus terus lincah dalam respon perubahan namun juga harus mampu menjaga daya tahan ekonomi sehingga bisa terus tumbuh dan terjaga secara suportif, konstruktif, dan produktif,” katanya.

 

Sri Mulyani menyebutkan melalui sinergi itu terbukti mampu mencetak perkembangan pasar modal Indonesia yang baik yakni jumlah investor tumbuh 40 persen menjadi 2,4 juta dibanding 2018.

“Itu kinerja yang sangat impresif sehingga Indonesia akan selalu dapat posisi yang positif dan memiliki keuntungan komparatif dibandingkan emerging country lainnya,” katanya.

Selain itu, ia menuturkan IHSG juga masih mampu tumbuh secara positif yaitu dilihat dari awal tahun level itu naik 1,7 persen (year to date/ytd) di tengah bursa efek negara lain yang mencatatkan pertumbuhan negatif.

“Pasar modal Indonesia bisa tumbuh menjadi pasar modal yang menciptakan pendalam ekonomi dan keuangan apabila reputasi dan kredibilitas dari regulator maupun SRO bisa berjalan efektif,” katanya.

Sri Mulyani berharap sinergi tersebut dapat terus dilakukan agar reputasi pasar modal Indonesia bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik pada tahun berikutnya.