JAKARTA - Mengatasi kebutuhan manusia merupakan salah satu prinsip dasar Teknologi, yang pada tahap sekarang ini AI dan pakaian cerdas berusaha tidak hanya untuk hadir, tapi untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut. Inilah konsep bahwa perusahaan seperti Samsung atau Apple bekerja dengan asisten virtual mereka, dan inilah lahan dimana Sony ingin memasuki sektor lain (sistem transportasi perkotaan) yang sudah mendapatkan keuntungan dari kemajuan saat ini.

Seperti dilansir dari Harian AS, Sabtu (24/2/2018), saat ini di Jepang, seperti perusahaan Uber berinvestasi dalam skenario yang tidak meninggalkan keuntungan, karena pasokan taksi di negara ini cukup besar, lisensi resmi Taksi gratis dan pelayanan pengemudinya tanpa cela. Namun teknologinya tidak berhenti, dan ide yang Sony ikuti adalah menciptakan sistem layanan yang memanfaatkan platform yang dilengkapi dengan Artificial Intelligence. Sebuah platform yang berada di depan kebutuhan pengguna, misalnya mengirim beberapa taksi ke pintu keluar sebuah konser tepat saat acara tersebut akan berakhir.

Sistem dan algoritmanya akan lebih efektif saat mengantisipasi layanan yang akan diminta oleh pelanggan. Misalnya, mempelajari data cuaca dan meteorologi, lalu lintas, jadwal kota, kejadian yang akan terjadi, dan mengantisipasi kasus seperti saat hujan mulai turun pada saat meninggalkan pekerjaan atau seharian berbelanja.

Larangan dan penolakan layanan mobil pribadi seperti Uber di Jepang telah memberi perusahaan multinasional seperti Sony kesempatan untuk memasuki pasar yang mereka anggap tidak mempertimbangkannya, dan dalam proses memperbarui sistem transportasi perkotaan. Dengan cara ini, Sony telah bermitra dengan 6 perusahaan taksi, di antaranya Daiwa Motor Transportation Co Ltd menonjol, dan akan menguji sistemnya di jalanan kota-kota Jepang, meski tidak diketahui kapan tepatnya.

Meski tidak menjadi satu-satunya, karena misalnya SoftBank Group dan China Didi Chuxing telah mengumumkan bahwa mereka juga akan mendapatkannya untuk menyediakan layanan transportasi dengan cara yang dipersonalisasi. Di sisi lain , perusahaan Toyota baru saja menginvestasikan 70 juta dolar (sekitar Rp. 955,9 Milyar) di aplikasi JapanTaxi, dengan sistem layanannya sendiri yang dilengkapi dengan Artificial Intelligence.