San Francisco--Sebuah mobil self-driving Uber menabrak dan menewaskan seorang wanita yang tengah menyeberang jalan di Arizona. Polisi setempat melaporkan hal ini pada Senin (19/3/2018). Kecelakaan ini  menandai korban kematian pertama yang melibatkan kendaraan otonom dan potensi tabrakan pada teknologi yang diharapkan dapat mengubah transportasi di masa depan.

Menurut laporan polisi,  Elaine Herzberg, (49), sedang berjalan dengan sepedanya di luar jalur penyeberangan di jalan empat lajur di pinggiran Phoenix ,Tempe, sekitar pukul 10 malam ketika dia ditabrak oleh mobil Uber yang melakukan perjalanan sekitar 40 mil per jam (65 km per jam). Mobil tersebut model SUV Volvo XC90 berada dalam mode otonom dengan operator di belakang kemudi. Herzberg kemudian meninggal karena luka-lukanya di rumah sakit demikian polisi melaporkan.

“Pejalan kaki itu di luar jalur penyeberangan. Segera setelah dia berjalan di jalur lalu lintas, dia ditabrak, ”kata Sersan Polisi Tempe Ronald Elcock kepada wartawan di sebuah konferensi pers. Dia mengatakan bahwa dia belum tahu seberapa dekat Herzberg dengan kendaraan itu saat dia melangkah ke jalur. Elcock mengatakan dia kemungkinan Herzberg adalah seorang tunawisma.

The San Francisco Chronicle Senin malam melaporkan bahwa Kepala Kepolisian Tempe Sylvia Moir mengatakan bahwa dari video yang diambil dari kendaraan "sangat jelas akan sulit untuk menghindari tabrakan ini dalam segala jenis mode (otonom atau berdasarkan manusia) berdasarkan pada saat bagaimana dia datang dari bayang-bayang tepat di jalan raya."

Moir mengatakan kepada Chronicle, "Saya menduga sejak awal tampaknya bahwa Uber kemungkinan tidak akan bersalah dalam kecelakaan ini," tetapi dia tidak mengesampingkan bahwa tuduhan dapat diajukan terhadap operator di kendaraan Uber.

"Departemen Kepolisian Tempe tidak menentukan kesalahan dalam benturan kendaraan," kata departemen tersebut dalam sebuah pernyataan Senin malam, sebagai jawaban atas pertanyaan dari Reuters mengenai komentar ketua tersebut. "Akhirnya penyelidikan akan diajukan ke Kantor Kejaksaan Negeri Maricopa untuk diperiksa dan tuduhan potensial." Pejabat Tempe dan pejabat federal masih menyelidiki insiden itu.