SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat di propinsinya memiliki daya saing global. "Strateginya meliputi sektor formal serta strategi non formal, kemudian juga untuk penempatan SDM di dunia kerja," katanya, Selasa (14/11/2017).

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, menjelaskan strategi formal yang dimaksud, yaitu diarahkan peningkatan kualitas lulusan SMK dengan menambah muatan kurikulum perguruan tinggi yang ada fakultas tekniknya. Sedangkan pada strategi nonformal, kata dia, akan diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja terampil serta bersertifikat melalui SMK mini serta Balai latihan kerja.

"Setidaknya Jatim bisa menyediakan 227. 825 tenaga kerja bersertifikat serta berdaya saing," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Menurut dia, 'dual track strategy' merupakan strategi membangun yang berkualitas, standar terampil bersertifikat, maupun menjadi wirausaha yang akan terkoneksi ketika berproduksi dengan strategi pembiayaan bunga murah maupun fasilitasi pasar. "Baik pasar domestik maupun global, produk-produk wirausaha hasil pembangunan SDM itu akan memiliki daya saing tinggi dan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi Jatim," tuturnya.

Pembangunan SDM, lanjut dia, akan mampu mempercepat provinsi memiliki strategi pembangunan ekonomi yang berbasis keterampilan, keahlian SDM yang didukung oleh penggunaan sumber daya alam terkendali untuk kesejahteraan rakyat Jatim.

BREAKINGNEWS.CO.ID