BUKITTINGGI - Terkait statusnya di media sosial Facebok yang mempertanyakan apakah aksi terorisme di Mako Brimob, Kalapa Dua, Depok, Jawa Barat hanya komedi atau merupkan sebuh tragedi tersebut, salah satu anggota DPRD Kota Bukittinggi F-PKS Syaiful Efendi terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian.

Syaiful yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD Bukittinggi tersebut mendatangi Polresta Bukittinggi ditemani Ketua Komisi I DPRD Bukittinggi Nur Idris pada Senin (14/5/2018). "Saya diundang ke Polres Bukittinggi untuk memberikan klarifikasi terkait tulisan saya di Facebook. Tidak ada niat saya untuk menghina atau menyakiti," katanya.

Sebelumnya, Syaiful menulis status di Facebook dan mempertanyakan terkait kejadian di Mako Brimob tersebut merupakan tragedi atau komedi. "Mako Brimob Sebuah Tragedi atau Hanya Komedi," tulisnya. Tak berselang lama, status tersbut kemudian menjadi viral. Terkait dengan status tersebut, menurut pengakuannya dibuat atas bentuk keprihatinannya terhadap lima anggota Brimob yang meninggal akibat kerusuhan di Mako Brimob tersebut. "Kami sangat prihatin terhadap musibah itu. Namun, ada berita yang menyebutkan di Mako Brimob Ahok sedang tidur pulas dan ada juga berita lucu lucu di media sosial. Akibat berita itu, saya menulis status tersebut," terangnya. Untuk itu, dirinya pun meminta maaf jika statusnya tersebut dinilai telah meresahkan dan menyinggung masyarakat dan institusi kepolisian.

Sementara itu, Waka Polres Bukittinggi Kompol Albert Zai mengatakan jika setelah melakukan klarifikasi terhadap Syaiful, yang bersangkutan mengakui membuat status tersebut. "Menurut pengakuannya tidak ada niat untuk melecehkan ataupun menyinggung siapapun. Namun kita tetap melakukan penyelidikan terhadap Syaiful Efendi" ungkapnya. Albert pun menambahkan jika Syaiful Efendi sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada semua unsur kalangan yang merasa tidak nyaman dengan beredarnya status di akun media sosial miliknya.