BREAKINGNEWS.CO.ID - Seorang tukang pijat tradisional bernama Yamini (70) atau dikenal dengan nama Mbah Yam asal Magelang ditangkap polisi sesudah praktik aborsinya terungkap. Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menyikapi hal tersebut dengan meminta pelaku dihukum berat. "Aborsi adalah perbuatan haram dan pelakunya harus dihukum," ujar Niam, Kamis (21/6/2018).

Niam lalu menuturkan, dalam hukum Islam, ada lima tujuan dasar. Salah satunya hifzhun nasl atau menjaga keturunan. "Karenanya, setiap aktivitas yang mengancam kelangsungan hidup janin adalah tindakan terlarang yang harus dicegah dan pelakunya diberikan hukuman berat," kata Niam.

Tetapi ada kondisi saat aborsi dapat dibenarkan. Tentu saja, kata Niam, alasannya mesti sesuai dengan syariah. "Di antaranya adalah alasan medis, yang jika dipertahankan akan menyebabkan bahaya bagi ibu atau janinnya," ungkap Niam.

Sebelumnya, polisi berhasil mengungkap kasus dukun pijat bayi yang menerima jasa aborsi dengan tersangka Yamini (70). Ketika diperiksa oleh kepolisian dari Polres Magelang, Yamini menyampaikan beberapa pengakuan."Jadi tersangka, Bu Yamini ini mengaku sudah melakukan praktik ini (aborsi) kurang lebih sekitar 25 tahun," jelas Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, Kamis (21/6/2018).

Dalam melakukan aksinya, Mbah Yam menggunakan modus pijat tradisional. Prosesnya juga berlangsung sampai dua bulan. "Modus tersangka melakukan aborsi ini dengan cara tradisionil, yakni melakukan pemijatan-pemijatan secara berkala. Praktik aborsi ini bisa dilakukan dalam kurun waktu 1-2 bulan," ungkap Hari.

Mbah Yam memasang tarif sebesar Rp 2 juta untuk proses sekali aborsi. Sedangkan untuk tarif pijat biasa, tarifnya mulai Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu.

Kemampuan memijat serta tarif yang standar itu membuat Mbah Yam sangat dipercaya banyak orang. Setiap hari, setidaknya ada 10 pasien yang datang ke rumah Mbah Yam di Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang untuk dipijat.

"Jadi tidak ada yang tahu jika Mbah Yam ini juga melayani aborsi karena selama ini dia membuka praktik pijat biasa, pijat bayi, pijat capek, kesleo," terang Hari.

Perbuatan Mbah Yam baru diketahui ketika polisi melakukan penangkapan di kediamannya Senin (18/6/2018) malam. Polisi juga mengamankan pasangan suami istri yang meminta pertolongan aborsi kepada Mbah Yam.