BREAKINGNEWS.CO.ID - Partai Demokrat angkat bicara soal ketua umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dikait-kaitkan dengan kasus Bank Century. Adapun, hal tersebut bermula dari salah satu tumisan media asing yang menyebutkan jika Presiden RI ke-6 itu turut andil dalam kasus tersebut.

Menanggapi tuduhan tersebut, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan jika salah satu berita di media asing tersebut merupakan bagian dari konsipirasi jahat. Tujuan utama dari tuduhan tersebut kata Ferdinand yakni untuk membuat Prabowo Subianto kalah di Pilpres 2019. "Sasaran antaranya adalah merusak nama SBY yang jelas-jelas mendukung Prabowo," katanya kepada breakingnews.co.id saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Sabtu (15/9/2018).

Menurutnya, pemberitaan tersebut dihapus setelah pihaknya bereaksi. Ia pun menilai jika berita tersebut membuat situasi menjadi kacau dan publik pun termakan isu. "Tujuannya bukan pemberitaan, tapi propaganda opini. Ini semua operasi jahat yang melibatkan pihak asing, tuturnya. "Ingat pemilu di Amerika Serikat (AS) dimana Trump (Presiden AS Donald Trump) dituduh melibatkan pihak asing, maka inipun kami duga ada upaya dari kelompok tertentu untuk merusak SBY demi turunnya elektabilitas Prabowo," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Demokrat akan melayangkan gugatan terhadap sebuah media ternama di Hongkong, yakni Asian Sentinel. Dalam pemberitaan, media tersebut dinilai menyudutkan mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.  Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, mengatakan selain Asian Sentinel, pihaknya juga akan juga melayangkan gugatan terhadap wartawan media tersebut, John Berthelsen. Ia menjelaskan dalam berita yang ditulisnya, John Berthelsen mengaitkan antara Bank Century dengan SBY yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat.

Hinca menjelaskan gugatan itu merupakan sikap Partai Demokrat atas pemberitaan tersebut. Dalam pemberitaan itu, lanjut Hinca, Presiden SBY selama periode 2004-2014 melakukan pencucian uang sebesar USD12 miliar dalam bail-out Bank Century.

Dikatakan Hinca, artikel Asia Sentinel yang ditulis John Berthelsen tersebut sepenuhnya tidak benar dan fitnah yang dibangun dari opini pribadinya. Sumber beritanya diambil dari materi gugatan persidangan di Mauritius antara Weston Capital vs LPS yang sama sekali tidak menyebut SBY dan Partai Demokrat.

"Jika isi gugatan Weston Capital itu benar dan niatnya bukan untuk mencemarkan nama baik SBY, maka kami persilahkan gugatan ini diajukan di Indonesia. Dan kami siap menghadapinya. Karena kami yakin sepenuhnya tuduhan itu tidak benar dengan menuduh "Century Bank SBY" dan "SBY mencuci uang US$ 12 Billion"," ujar Hinca melalui rilis diakun facebook resminya yang dikutip BreakingNews.co.id, Sabtu (15/9).