JAKARTA -Kepala Divisi Transportasi Induk Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, Irjen Pol. (Purn) Mudji Waluyo selaku mitra kerja sama Grab, transportasi online berbasis aplikasi pertama antarjemput resmi penumpang di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten menjawab keberatan pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda) terhadap keberadaan Grab di Bandara Soetta. 

Mudji menjelaskan, Inkopol adalah salah satu badan hukum yamg memiliki usaha di bidang jasa transportasi. Inkopol bekerja sama dengan Grab penyedia jasa aplikasi. Legal standing Inkopol untuk memiliki jasa transportasi telah memiliki izin sewa khusus yang dikeluarkan oleh Badan Pengelola Transpprtasi Jabodetabek (BPTJ).

"AP II selaku operator di Bandara Soetta, tidak akan mau bekerja sama jika  Inkopol tidak memiliki legal standing yang memiliki syarat aturan yang berlaku," tegasnya.

Sebelumnya, Organisasi Angkutan Darat (Organda) keberatan dengan peresmian taksi online resmi yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta. Taksi online dari Grab Car dinyatakan resmi beroperasi di area bandara setelah bergabung dengan Induk Koperasi Kepolisian (Inkoppol) serta memenuhi aturan dari pemerintah mengenai angkutan umum tidak dalam trayek.  

"Masalah kuota dan tarif belum ditetapkan, Grab sudah action di bandara. Lagi-lagi wadahnya yang tampil Inkoppol, seharusnya Inkoppol berkoordinasi dulu dengan Kemenhub atau BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek), Dishub DKI dan Banten," kata Kepala Koordinator Wilayah IIA (DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat) DPP Organda Shafruhan Sinungan melalui pesan singkat pada Senin (23/10) lalu. 

Terhadap keberatan Organda Mudji Waluyo menimpali dengan nada enteng. "Keberatan pihak Organda tidak beralasan. Sebab keberadaan Grab sebagai angkutan transportasi di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sudah memenuhi ketentuan hukum dan persetujuan pihak Angkasa Pura II selaku pemegang otoritas di Bandara Sotta,  serta aturan yang berlaku," kata Mudji kepada wartawan di Jakarta, Minggu (29/10/2017).

Setelah Inkopol menunjukkan terkait persyaratan dan peraturan AP II, yakni izin penyelenggaraan sewa khusus, maka dia (AP II) mau menandatangani kerjasama. "Kerjasama ditandatangani dalam waktu 1 tahun," ujarnya.  

Selain persyaratan di atas, Inkopol dalam kerjasama tersebut juga diwajibkan untuk membayar stiker yang dikeluarkan oleh AP II sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). "Semua ketentuan yang diwajibkan sudah kita penuhi, termasuk uji kir kendaraan, sopir berseragam dan pelayanan yang baik bagi penumpang," ujarnya.

Inkopol juga mewajibkan standar operasional prosedur (SOP) bagi para sopir Grab mitra bisnisnya. "Performance sopir wajib rapih dan ramah pada penumpang, soal itu kita ada kode etiknya. Itu yang dijadikan pertimbangan dan dasar oleh AP II makanya kita diterima," sambung Mudji. 

Mudji lalu menggarisbawahi bahwa Organda yang dibentuk pada 1963 merupakan organisasi masyarakat (ormas) yang bergerak di bidang angkutan. "Di dalam UU, baii itu di Permenhub 26 tahun 2017, itu tidak mewajibkan Inkopol untuk meminta rekomendasi atau menjadi anggota Organda. Jadi Inkopol sudah sesuai dengan aturan hukum yang ada," jelasnya. 

Sampai saat ini, baru Grab selaku perusahaan penyedia jasa transportasi online yang dinyatakan resmi beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta. Pengemudi GrabCar ini berada dalam naungan Inkoppol, di mana anggotanya dipastikan telah memenuhi standar tertentu sebagai armada taksi online yang mengikuti aturan dari pemerintah. 

Standar yang dimaksud adalah unit kendaraannya sudah melaksanakan uji KIR, berstiker khusus, serta pengemudinya memiliki SIM A Umum dan berseragam. Pihak PT Angkasa Pura II memberikan kuota sebanyak 500 unit taksi online yang diizinkan beroperasi di area bandara, namun sampai hari ini baru ada 100 armada yang siap melayani penumpang. 

Adapun titik penjemputan resmi Grab tersedia mulai dari 23 Oktober 2017 di Terminal 1A, 1B, 1C, dan 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tiga lokasi penjemputan akan dibuka dalam waktu dekat di Terminal 2D, 2E, dan Terminal 3. "Membuka peluang bagi lebih banyak jenis moda transportasi adalah bagian dari usaha kami untuk memberikan yang terbaik bagi para pengunjung Bandara Internasional Soekarno Hatta," tutup Irjen Pol (Purn) Mudji Waluyo.