BREAKINGNEWS.CO.ID - Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi meminta kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi untuk mundur dari jabatannya. Hal itu dipicu karena Uchok menganggap jika Menhub Budi tidak memiliki rasa malu terhadap keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018) lalu.

Hal yang menjadi alasan bagi Uchok yakni karena sampai saat ini para korban kecelakaan belum belum ditemukan seluruhnya. Adapun penumpang dalam pesawat naas tersebut sebanyak 189 orang yang terdiri dari 2 pilot, 5 awak kabin, dan 181 orang dalam pesawat Lion Air tersebut.

Kemudian dari itu, atas kejadian tragedi Lion Air JT 610 itu, ada keanehan yaitu Menhub Budi Karya telah membebastugaskan Muhammad Asif dari Direktur Teknis Lion Air. Seharusnya yang dilakukan pemerintah atau kementerian perhubungan yang pertama adalah bukan menyalahi pihak perusahaan Lion air dengan membebastugaskan Direktur Teknis.

"Tetapi, seharusnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengundurkan diri kerana malu atas tragedi pesawat Lion Air tersebut. Tiru pejabat negara atau setingkat menteri seperti  di negara Jepang, kalau terjadi tragedi kecelakaan mereka langsung mengundurkan diri karena punya rasa malu," kata Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi seperti keterangan tertulisnya yang diterima breakingnews.co.id, Sabtu (3/11/2018).

Oleh karena tidak punya rasa malu dan  tetap mempertahankan jabatan menteri perhubungan, lanjut Uchok, akibatnya pemerintah tidak pernah menghormati para korban tragedi-tragedi transportasi pada era menteri perhubungannya Budi Karya.

Dirinya pun mencontohkan seperti tragedi tenggaramnya KM Sinar Bangun di danau Toba yang diduga 193 orang hilang. Kemudian, Kapal Motor Penumpang (KMP) Bandeng Tujuan Tobelo Halmahera utara-Bitung, Sulawesi Utara. Dan ada juga KM Lestari Maju yang tenggelam di perairan Selayar, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan dengan 12 orang meninggal.

"Banyaknya korban atas tragedi di moda angkutan udara dan laut, kami dari CBA (Center For Budget Analysis) meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus peka atas tragedi tersebut. Kepekaan seorang presiden itu terlihat ketika melakukan pemecatan kepada Menhub Budi Karya Sumadi. Karena dia tidak mau mengundurkan diri. Hal ini dilakukan demi menghormati para korban yang sudah meninggal dunia," tutupnya.