JAKARTA- Sekretaris Divisi Advokasi Partai Demokrat, M.M Ardy Mbalembout akan mengajukan banding ke Dewan Pimpinan Nasional PERADI. Hal tersebut dilakukan Ardy menyikapi jawaban Dewan Kehormatan Daerah PERADI DKI Jakarta yang menyebutkan bahwa pengaduan soal kode etik advokat terhadap Firman Wijaya salah alamat. 
 
Pengajuan banding tersebut kata Ardy ditelisik berdasarkan pertimbangan yang dilihat dari beberapa fakta. Pasalnya, sampai saat ini Mahkamah Agung masih tetap mengakui bahwa organisasi besar Advokat yang ada di Indonesia hanya ada dua yaitu PERADI dan Kongres Advokat Indonesia (KAI) tanpa melihat perpecahan yang terjadi di dalam PERADI. "Karena pada dasarnya perpecahan yang terjadi di PERADI merupakan masalah internal yang sebenarnya tidak perlu berdampak keluar organisasi itu sendiri," ujar Ardy kepada wartawan, Jumat (4/5/2018). 
 
Menurut Ardy, gugatan yang diajukan Fauzie Yusuf Hasibuan dan Thomas E Tampubolon, terhadap Luhut MP Pangaribuan dan Sugeng Teguh Santoso sudah cukup jelas membuktikan bahwa sebenarnya Fauzie Hasibuan dan Thomas E Tampubolon masih beranggapan bahwa PERADI masih dibawah kepemimpinannya dan memiliki tanggung jawab atas PERADI saat ini. 
 
Hal tersebut juga kata Ardy diperkuat dengan adanya Deklarasi Pendirian Peradi pada 21 Desember 2004 di Jakarta yang ditandatangani oleh delapan kelompok advokat Indonesia yang sepakat mengangkat Otto Hasibuan sebagi Ketua Umumnya saat itu dan saat ini digantikan oleh Fauzie Yusuf Hasibuan. "Deklarasi tersebut semakin diperkuat dengan adanya Akta Pernyataan PERADI yang dibuat di hadapan Notaris Buntario Tigris pada tanggal 8 September 2005," jelasnya. 
 
Menurut Ardy, atas dasar fakta tersebut sudah cukup jelas membuktikan bahwa tidak ada alasan untuk tidak dapat memproses dan memeriksa Firman Wijaya. Apalagi telah diatur dalam pasal 6 sampai dengan pasal 8 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Advokad terkait penindakan.
 
Ardy menegaskan, sejatinya sebagai organisasi Advokat yang memiliki status hukum yang sah, Dewan Kehormatan PERADI Daerah DKI Jakarta versi Fauzie Yusuf Hasibuan menunjukan profesionalitasnya untuk segera menentukan keputusan dan mengambil tindakan tegas atas dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Firman Wijaya. 
 
"Banding akan dilakukan ke Dewan Pimpinan Nasional PERADI dengan harapan fakta-fakta yang telah disebutkan tadi menjadi bahan pertimbangan untuk segera memproses aduan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Firman Wijaya tanpa harus memberikan alasan salah alamat," pungkasnya.