BREAKINGNEWS.CO.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan diri siap untuk membantu korban banjir bandang yang terjadi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada akhir pekan lalu yang telah menewaskan sebanyak 104 orang.

"Kami menyatakan komitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan tanggap darurat bantuan kemanusiaan dalam menghadapi bencana seperti ini," kata Asisten Wakil Menteri Luar Negeri AS, W Patrick Murphy, di sela High Level Dialogue on Indo-Pacific Cooperation di Jakarta, Rabu (20/3/2019). Menurut Murphy, Indonesia dan negara di Asia Tenggara lainnya memerlukan mekanisme tanggap darurat dikarenakan kawasan tersebut memiliki banyak risiko bencana alam.

Tidak hanya menewaskan 104 orang, sedikitnya 160 luka-luka akibat banjir bandang di Sentani. Hingga saat ini, setidaknya 75 orang juga dilaporkan belum ditemukan. Sebanyak 9.691 orang juga terpaksa mengungsi di 18 titik akibat banjir. Dalam kesempatan itu, Murphy juga sempat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Lestari Priansari Marsudi.

Murphy menyatakan dia dan Retno turut membahas penembakan di dua masjid Kota Christchurch, Selandia Baru, pada pekan lalu. Ia mengungkapkan duka cita kepada Retno dikarenakan ada satu warga Indonesia ikut tewas dalam aksi teror yang menewaskan 50 orang itu.

Murphy menegaskan penembakan yang dilakukan warga Australia bernama Brenton Tarrant itu merupakan aksi terorisme tidak manusiawi. Dia menuturkan AS berdiri bersama masyarakat Selandia Baru yang berasal dari agama dan etnis apapun, khususnya keluarga korban penembakan. "Akhirnya, hari ini, AS bisa menunjukkan (solidaritas) kepada Selandia Baru bahwa kami turut mengecam serangan teroris tidak manusiawi di Christchurch," kata Murphy.