BREAKINGNEWS.CO.ID - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengungkit soal Blok Mahakam dan Blok Rokan. Hal itu kembali diungkit Ferdinand yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan antek asing.

"Artinya memang pemerintah Jokowi antek asing dan Jokowinya antek asing. Keantekasingan Jokowi ini dibuktikan dengan dulu Blok Mahakam yang selalu diklaim Jokowi dan juga Blok Rokan di klaim sebagai jasanya. Kekuatan Jokowi melawan asing itu tidak benar," kata Ferdinand kepada wartawan, Senin (4/2/2019).

Kemudian, Ferdinand pun mengatakan bahwa dirinya terlibat langsung dalam menekan pemerintah agar menyerahkan Blok Mahakam tersebut kepada Pertamina.

"Saya terlibat demo untuk menekan pemerintah supaya menyerahkan Blok Mahakam kepada Pertamina. Ya karena Jokowi pada waktu itu masih ingin menyerahkannya kepada Total Infect," ujar Ferdinand.

"Kedua, terkait Blok Rokan, Blok Rokan itu diambil Pertamina melalui tender. Tender yang keras, mati-matian, berdarah-darah dan Pertamina harus membayar signature bonus Rp11,3 triliun kepada pemerintah untuk mendapatkan ini. Jadi jasa Jokowi dimana disini. Justru yang ada pemerintahan Jokowi mengeluarkan peraturan yang tidak lagi mewajibkan Pertamina sebagai badan usaha yang wajib mengambil alih semua blok migas yang habis masa kontraknya," imbuh Ferdinand.

Selain itu, Ferdinand juga mengatakan bahwa Peraturan Menteri (Permen) nomor 23 tahun 2018 mencabut hak Pertamina yang wajib mengelola blok migas yang habis masa kerjanya. Federasi serikat pekerja akhirnya menggugat pemerintah di Mahkamah Agung (MA). Dan MA pun akhirnya membatalkan peraturan menteri tersebut.

"Jadi yang antek asing siapa? Peraturan menteri itu adalah salah satu bukti bahwa pemerintah Jokowi adalah antek asing. Mereka mencabut privilege yang diberikan kepada Pertamina oleh pemerintah sebelumnya. Dan membuka asing lagi untuk memiliki. Jadi yg antek asing itu sebetulnya Jokowi," terangnya.

"Ini terlihat betul dari kebijakan-kebijkannya termasuk bagaimana tenaga kerja asing begitu mudahnya masuk. Ini menunjukkan dia (Jokowi) antek asing. Infrastruktur tol yang semuanya berasal dari utang, dana investor asing ini membuktikan kembali dia antek asing dia tidak ada jalan tol yang dibangun Jokowi, murni dari keuangan kita. SBY (Presiden ke-6 RI, Susislo Bambang Yudhoyono) membangun tol, bandara di Bali itu murni menggunakan uang kita tidak ada utang disana. Dan tenaga kerjanya adalah tenaga kerja Indonesia, tidak ada tenaga kerja asing disana," sebutnya.

"Jadi Jokowi saya pikir sedang menjustifikasi dan menunjukkan bahwa dia lah yang sesungguhnya antek asing dengan segala kebijakannya," pungkas Ferdinand.