Jakarta - Meroketnya pasar smartphone garapan Tiongkok malah berkebalikan dengan smartphone buatan lokal. IDC mencatat market share smartphone lokal selalu berkurang mulai sejak 2015.

Smartphone lokal pernah kuasai 34 % market share di Indonesia pada kuartal pertama 2015, dimana waktu itu pangsa vendor Tiongkok cuma 12 % menurut penelitian IDC.

Tetapi, pangsa smartphone lokal mulai berkurang di kuartal I 2016 jadi 20 %, serta turun sekali lagi jadi 12 % pada kuartal I 2017. Sesaat, pangsa smartphone Tiongkok meroket sampai 23 % di periode sama 2016 serta 31 % di 2017.

Dengan keseluruhan, lima merk smartphone, baik global, Tiongkok, ataupun lokal, yang kuasai pasar Indonesia pada kuartal I 2017 diantaranya (1) Samsung, (2) Oppo, (3) Asus, (4) Advan, serta (5) Lenovo (termasuk juga Motorola). Berarti, Advan jadi hanya satu merk lokal yang masuk kelima besar merk smartphone di Indonesia.

Associate Market Analyst IDC Indonesia, Risky Febrian menyebutkan besarnya investasi serta agresifnya pemasaran product Tiongkok membuat beberapa vendor lokal sulit untuk berkompetisi dengan sumber daya terbatas.

" Mereka dapat berkompetisi karna kiat pemakaian selebritas jadi brand ambassador, insentif menarik, serta margin semakin besar untuk channel mitra. Minimnya ekuitas merk membuat vendor lokal susah untuk menyaingi mereka. Akhirnya, mereka mesti selalu bermain di segmen harga dibawah Rp 2 juta, " terang Risky.

Walau sekian, lanjutnya, vendor lokal selalu berusaha untuk memperoleh kue pasar dengan kiat beda. Umpamanya, mereka meningkatkan value added services (VAS) semakin banyak ke pemakai.

Sebagian salah satunya yaitu Advan yang meningkatkan user interface (UI) Android bernama IdOS, Polytron dengan UI FiraOS, serta Evercross yang bekerja bersama dengan Foxconn untuk meningkatkan smartphone seri Luna.

" Tetapi, persaingan perebutan akan makin ketat nanti mengingat BlackBerry kembal masuk ke pasar dengan BB Merah putih, Xiaomi, serta HMD Nokia yang selekasnya ada dengan product paling barunya di segmen mid-range pada th. ini, " imbuhnya.