BREAKINGNEWS.CO.ID - Soft-launching skybridge Tanah Abang hanya untuk memperkenalkan bentuk kios kepada para pedagang yang sudah terverifikasi untuk berjualan di sana. Untuk sekarang ini para pedagang belum bisa memulai aktivitasnya di skybridge. Ini juga karena pembangunan skybridge yang belum rampung 100 persen.

"Belum bisa berdagang, targetnya nanti tanggal 30 Oktober sudah bisa berdagang," ungkap Wakil Walikota Jakarta Pusat, Irwandi, Senin (15/10/2018) pagi.

Walau sudah soft-launching pembangunan skybridge sesungguhnya belum rampung sepenuhnya. Progress pembangunannya baru menyentuh angka 90 persen. Pemprov DKI Jakarta masih perlu membangun beberapa bagian akses penghubung.

"(Yang belum selesai) Itu jembatan turun yang ke blok F, (jembatan) Hotel Parmin, (jembatan) turun ke bengkel Jatibaru, sama yang akses pintu dari Stasiun (kereta api Tanah Abang) ke Skybridge. Pembangunan sudah 90 persen," ucapnya.

Jembatan layang untuk para pejalan kaki itu nantinya bakal memfasilitasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di Jalan Jati Baru Raya. Mereka akan dikenakan tarif keamanan, hingga perawatan untuk tiap kios yang ditempati.

Biaya pembangunan skybridge yang membentang dari Stasiun hingga Blok G Tanah Abang tersebut mencapai Rp35,8 miliar. Sebanyak 100 kios sudah selesai dibangun. Untuk mengisi kios itu, sejumlah 100 dari 446 pedagang yang terverifikasi juga telah mendapat nomor urut kios berdasarkan undian.

Karena itu lah nantinya Pemprov bakal mencarikan tempat baru untuk beberapa PKL yang tak bisa terfasilitasi di skybridge.

Pembangunan JPM itu dimulai Agustus 2018 dan ditargetkan selesai Oktober 2018. Target itu terancam molor lantaran hingga saat ini, JPM belum sepenuhnya siap digunakan baik untuk penyeberang jalan maupun lapak PKL.

Saat ini terdaftar 372 pedagang yang mengikuti undian untuk mendapatkan lapak di skybridge. Para PKL nantinya harus membayar Rp 500 ribu per bulan untuk dapat berjualan di sana.