JAKARTA – Sejumlah seismolog (ahli gempa bumi) Cina menyampaikan, situs uji coba nuklir Punggye-ri milik Korea Utara dilaporkan hancur sebagian, sehingga diduga tidak bias dugunakan lagi. Situs yang terletak di bawah Gunung Mantap itu hancur setelah uji coba bom hydrogen yang dilakukan Korut pada 3 September 2017. Bom itu diduga menyebabkan gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Richter yang terasa hingga sepanjang perbatasan dengan Cina.

Merujuk pada hasil riset salah satu seismolog, gempa susulan berkekuatan 4,1 skala Richter yang terjadi selama 8,5 menit mengakibatkan bebatuan di dalam gunung runtuh. "Peristiwa itu menyebabkan infrastruktur di bawah Gunung Mantap tak bisa digunakan untuk uji coba nuklir lanjutan," demikian abstrak versi bahasa Inggris hasil riset salah satu seismolog yang diunggah di laman Universitas Sains dan Teknologi Cina.

Akan tetapi, dalam kesimpulan bahasa Cina hasil riset itu tidak mencantumkan keterangan yang menyatakan kalau infrastruktur itu tidak dapat digunakan. AFP pada Rabu (25/4/2018), melaporkan bahwa sudah meminta klarifikasi dari periset, Lianxing Wen dari Universitas Stony Brook, tapi belum mendapatkan balasan.

Dalam riset itu, Lianxing juga menyatakan kalau salah satu hal penting yang harus dilakukan saat ini adalah memantau kemungkinan penyebaran sisa materi radioaktif dari situs tersebut. Salah satu riset lain yang dilakukan oleh ilmuwan Cina, termasuk para ahli dari Badan Gempa Bumi, juga menyimpulkan uji coba bom pada September lalu menyebabkan kerusakan di situs itu.

"Ini terjadi dalam proses yang serupa dengan 'citra cerminan' dari ledakan itu, yang menyebabkan batu runtuh atau pemadatan pertama yang terdokumentasikan di situs uji coba Korut," demikian kutipan kesimpulan riset tersebut.