BREAKINGNEWS.CO.ID -Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly mengungkapkan, gempa yang mengguncang Situbondo, Jatim, Kamis (12/10/2018) dini hari WIB disebabkan oleh sesar naik Flores. Gempa di Situbondo terasa hingga ke Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Pasuruan, Malang dan Surabaya. 

Dari hasil penelitian ilmuwan, sesar tersebut memang sedang aktif di beberapa bagian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut jika gempa yang terjadi di Situbondo, Jawa Timur mirip dengan gempa di Lombok. Itu disampaikan Muhamad Sadly di akun Instagram BMKG, Kamis siang.

"Melihat mekanisme sumber yang terjadi dan arah jurus sesar (strike), gempa ini (Situbondo, red) tampak ada kemiripan mekanisme sumber dengan gempa-gempa terjadi di utara Bali, Lombok, Sumbawa, dan Flores," ujar Muhamad Sadly.

"Ini sesar naik yang ada di Flores memang lagi aktif di beberapa tempat," terang Sadly.

Sebagaimana diketahui, gempa di timur laut Situbondo, Jawa Timur, berkekuatan 6,4 SR. Gempa yang terjadi pukul 01.44 Kamis dini hari itu menyebabkan tiga orang tewas.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, aktifnya sesar naik Flores ini disebabkan oleh pengaruh tumpukan tiga lempeng yang juga sedang aktif. Kondisi ini, lanjut dia, sangat menarik karena unik. Oleh karena itu, perlu dibuat peta baru tentang sesar tersebut.

"Melihat pagi ini ada aktivitas gempa di antara Situbondo dan Sumenep, maka tampaknya memang berdasarkan dari pola mekanismenya ada hubungan benang merah yang ada di Flores. Ini menjadi kejadian yang menarik, perlu dipetakan dan perlu dibuat peta baru," tutur Muhamad Sadly.

Dia menjelaskan Indonesia memang masuk dalam kawasan seismik aktif dan kompleks. Ada 6 zona subdaksi di Tanah Air.

"Masing-masing zona subdaksi masih dirinci lagi menjadi segmen-segmen megathrust yang berjumlah 16. Sesar aktif teridentifikasi 295 sumber gempa sesar aktif," lanjut Rahmat dalam konferensi pers soal gempa Situbondo.

BMKG mencatat ada 14 kali lindu susulan usai gempa Situbondo, Jawa Timur bermagnitudo 6,3 yang mengguncang Kamis dini hari tadi. Namun, kekuatan lindu susulan ini tidak sebesar gempa Situbondo pukul 01.44 WIB tadi.

"Kekuatan gempa terus mengecil. Kekuatannya magnitudo 2,5-3,5 ya," ujar Humas BMKG Hary Djatmiko.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Namun, warga juga harus tetap waspada.