JAKARTA - Perilaku menyimpang pengajar bahasa Inggris TS (25) yang mengirim chat pornografi kepada siswinya akan ditelusuri lebih jauh oleh penyidik. Polisi akan fokus pada kemungkinan siswi yang menjadi korban perilaku seks menyimpang tersangka TS dengan therapy trauma healing

Hingga tadi malam, penyidik Jatanras, Ditreskrimum, Polda Metro Jaya Metro sudah memeriksa empat siswi yang diduga menjadi korban perlakuan yang sama dari TS. Namun polisi merahasiakan nama-namanya dengan alasan kepentingan penyidikan.

"Yang kita periksa masih sebatas dikirim chat porno. Apabila dalam perkembangan penyidikan, ada korban yang mendapat perilaku menyimpang, maka kita berikan trauma healing," ujar Kasubdit Jatantas Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan kepada breakingnews.co.id, Sabtu (12/8/2017).

Hendy menyatakan pihaknya cepat merespons laporan aduan orang tua korban terkait chat cabul TS karena Ibukota memiliki pengalaman buruk terkait kasus ini.

"Kami lakukan penangkapan karena di Jakarta pernah memiliki pengalaman buruk dengan hal serupa, sehingga kita akan dalami apakah sudah ada siswi atau siswa yang menjadi korban perilaku asusila sebelumnya," terangnya.

Menurutnya, penyidik akan melakukan pendalaman lebih jauh terhadap siswa-siswi lain yang menjadi korban chat porno, serta tindakan pencegahan perilaku menyimpang lainnya.

Chat berbau porno oleh pengajar bahasa Inggris TS terbongkar setelah adanya aduan orang tua korban yang menemukan konten porno pada aplikasi Line telepon genggam anaknya.

BREAKINGNEWS.CO.ID