BREAKINGNEWS.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau sejumlah titik terdampak gempa di Kota Palu, Sulawesi Tengah pada Minggu (30/9/2018). Presiden Jokowi yang mengenakan jaket loreng bersama rombongan meninjau langsung lokasi berdampak gempa berkekuatan 7,4 SR tersebut. 

Presiden meminta kesiapan prajurit TNI dalam mengevakuasi seluruh korban gempa. Setelah sekitar 15 menit mendapatkan laporan dari para menterinya, Jokowi kemudian memberikan arahan kepada para anggota TNI dan petugas kesehatan yang bertugas pascagempa.

"Dalam melakukan evaluasi korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, saya minta saudara-saudara semua bekerja siang malam untuk menyelesaikan yang berkaitan dengan evakuasi," ujar Presiden Jokowi. 

Jokowi juga meminta prajurit TNI untuk membantu masyarakat dalam melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa. Hal ini mendesak dilakukan agar kegiatan masyarakat bisa segera kembali normal.

"Dan saya minta saudara-saudara membantu dalam rehabilitasi dan rekonstruksi bersama-sama dengan masyarakat, Polri, agar kita semua bisa segera menyelesaikan persoalan di provinsi Sulawesi Tengah," ujar Presiden Jokowi.

Data terakhir yang dirilis oleh BNPB, korban meninggal dalam bencana ini berjumlah 832 orang, dengan rincian di Kota Palu 821 orang dan Donggala 11 orang. Puluhan jenazah telah berhasil diidentifikasi.

"Korban gempa dan tsunami di Kota Palu terus bertambah. RS Bhayangkara Palu saat ini jumlah 261, dan masih terus bertambah. Kemarin sudah diidentifikasi 87 jenazah oleh Tim DVI Polri. Proses identifikasi terus dilaksanakan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugrohon dalam akun twitternya.

Sementara itu, proses evakuasi para korban di Hotel Roa-Roa masih terus berlangsung. Basarnas memperkirakan ada puluhan orang yang tertimbun dalam bangunan tersebut.

"Evakuasi korban tertimbun gempa di Hotel Roa-Roa Kota Palu terus dilakukan Tim SAR Gabungan dikoordinir Basarnas. Diperkiran terdapat 50 orang di bawah reruntuhan bangunan. Alat berat diperlukan untuk evakuasi," tulis Sutopo.

Hotel Roa-Roa yang terletak di Jalan Pattimura itu berlantai delapan. Bangunan itu rata dengan tanah. Hotel yang memiliki 80 kamar itu terdapat 76 kamar yang terisi oleh tamu hotel yang menginap.