BREAKINGNEWS.CO.ID – Peran sentral Informatika, teknologi dan industri kreatif  dalam mentransformasikan tatanan sosial menuju masyarakat Indonesia yang lebih produktif, inovatif, dan kolaboratif perlu dirancang secara matang. Karena hanya dengan kesiapan seluruh elemen masyarakat, nilai penting yang dimiliki bisa memberi manfaat secara maksimal.

Atas dasar itulah Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) menggelar satu rangkaian acara Seminar Nasional  Industri Kreatif Informatika, Tekhnologi dan Humaniora atau Semnas-Ikraith II 2018. Untuk pelaksanaan tahun kedua ini, tema yang diambil adalah. “Peluang dan Tantangan Pengembangan Digitalpreneur dan Creativepreneur”.

“Acara ini diharapkan dapat memberi maanfaat dalam mengembangkan Ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dapat merekomendasikan hasil penelitian para akademisi, praktisi dalam rangka saling sharing informasi, pengalaman, sarana pengembangan kreativitas iptek dan membentuk networking yang akan memberi andil pada pengembangan riset yang aplikatif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,”ujar,Sularso Budi Laksono, yang bertindak selaku Ketua Panitia, di  Aula Gedung Fakultas Ilmu Komunikasi Lt. 6 UPI Y.A.I, Jalan Pangeran Diponegoro No. 74, Jakarta Pusat., pada Rabu (10/10/2018).

Lewat acara yang berlangsung selama dua hari itu, diharapkan adanya keterhubungan dalam penyebaran informasi melalui segala macam media dengan memanfaatkan TIK. Selain juga memudahkan  kerjasama   antar elemen masyarakat dan penciptaan produk-produk, baik berupa perangkat, jasa, ataupun konten yang berkualitas.

Semua komponen tersebut jika disatukan dalam satu gerak, akan menjadi sinergi untuk  menghasilkan suatu sistem ekonomi pengetahuan yang diperlukan untuk meningkatkan keunggulan lokal dan nasional Indonesia untuk memasuki pasar dunia. Selanjutnya, dengan penguatan tersebut secara otomatis akan membuat produk yang dihasilkan punya daya saing lebih kuat di pasar global.

Dalam Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2015 - 2020, industri kreatif adalah bagian tak terpisahkan dari ekonomi kreatif. Industri kreatif berpotensi untuk dikembangkan terutama di Indonesia, karena bangsa Indonesia memiliki sumber daya insani kreatif dan warisan budaya yang kaya.

Industri kreatif, bila terus digali potensinya dan dikembangkan berkelanjutan yang fokus pada penciptaan barang dan jasa, dengan mengandalkan keahliannya, bakat dan kreativitas sebagai kekayaan intelektual, tidak dapat dipungkiri dapat memperkuat citra dan identitas, sehingga dapat memberikan kontribusi secara signifikan bagi perekonomian untuk bangkit, bersaing dan meraih keunggulan dalam ekonomi global.

Industri kreatif juga diharapkan dapat menjawab tantangan seperti isu global warming, pemanfaatan energi terbarukan, dan pengangguran emisi karbon, karena arah pengembangan industri kreatif  akan menuju pola industri ramah lingkungan dan penciptaan nilai tambah produk dan jasa dari intelektualitas sumber daya terbarukan yang dimiliki Indonesia.

Para pembicara yang tampil dalam acara ini  adalah,   Triawan Munaf (Kepala Badan Ekonomi Kreatif ) selaku keynote Speech. Dengan nara sumber Ni Luh Djelantik (Desainer Sepatu Go Internasional/ Bintang Iklan Top Challenge), Tri Sonny mewakili (Presiden Bandung Fe Institute, Yayasan Sobat Budaya dan BFI Tech),  Prof. Dr. Ir. Teddy Mantoro, MSc. (Guru Besar Universitas Sampoerna), dan Prof. Dr. Ibnu Hamad (Guru Besar Universitas Persada Indonesia Y.A.I).