JAKARTA - Hakim Kusno ingin sidang praperadilan penetapan tersangka Setya Novanto oleh KPK dapat diselesaikan dalam waktu enam  hari. Untuk itu, ia meminta tim biro hukum KPK atau pun kuasa hukum Setya Novanto tidak membawa bukti yang terlalu banyak.

"Dalam perkara praperadilan tidak harus semua bukti pokok diajukan, yang terpenting itu apakah sudah ada dua alat bukti yang cukup atau tidak. Jangan kita dikasih bukti dua  meter, kita kapan bacanya," ucap Kusno dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2017).

Acara praperadilan memang dibatasi waktu menurut KUHAP yakni tujuh hari. Tetapi Kusno menginginkan supaya praperadilan itu dapat segera diputuskan. Dia ingin agar putusan bisa dibacakan pada Kamis minggu depan tepatnya 14 Desember 2017. "Kamis sore itu biasanya diputuskan. Ini kan selambat-lambatnya tujuh hari. Jadi kita biasanya enam hari," sebut Kusno.

Ini adalah praperadilan kedua yang diajukan Setya Novanto. Sebelumnya, Ketu DPR RI pernah memenangkan praperadilan melawan KPK. Akan tetapi KPK menetapkan kembali status tersangkanya. KPK memang sempat membawa banyak dokumen untuk bukti pada praperadilan sebelumnya. Sekitar 200 bukti dokumen yang dibawa saat itu. "Sekitar 200 bukti dokumen akan mulai kami bawa di persidangan besok (Senin)," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Minggu (24/9/2017).

Namun bukti yang dibawa tersebut, bukanlah dua alat bukti permulaan seperti yang diinginkan oleh hakim. Berdasarkan fakta tersebut Setya Novanto akhirnya dimenangkan. Dalam sidang praperadilan kedua pun, hakim Kusno kembali meminta dua alat bukti permulaan dalam menetapkan seseorang untuk menjadi tersangka. Tanpa minimal dua alat bukti itu, maka diprediksi Setya Novanto akan kembali memenangkan sidang praperadilan.