BREAKINGNEWS.CO.ID - Gunung Sewu telah dinobatkan sebagai Unesco Global Geopark. Untuk memperingatinya, akan diselenggarakan Geopark Night Specta #4 di Panggung Terbuka Nglanggeran.

Gelaran pada 19 Juli 2019 nanti akan diramaikan dengan penampilan jajaran artis. Baik yang berlevel daerah hingga nasional yang sedang digandrungi oleh kalangan milenial.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, Gunungkidul merupakan bagian dari kawasan Gunung Sewu masuk dalam Global Geopark Network (GGN). Peresmiannya dilakukan oleh Unesco sejak 21 September 2015 silam. Di Gunungkidul sendiri, peringatan tersebut telah menjadi agenda tahunan yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya.

“Geopark ini kan ada di tiga kabupaten di tiga provinsi. Kalau di Wonogiri (Jawa Tengah) dan Pacitan (Jawa Timur) mungkin juga ada acara sendiri. Di Gunungkidul agenda ini menjadi agenda tahunan dan unggulan. Kita sudah gelar dalam 4 tahun terakhir ini,” terang Asti, Kamis (11/7/2019).

Asti menjelaskan, dalam acara tersebut nantinya tidak hanya berkaitan dengan pariwisata dan kesenian saja. Namun juga akan dijanjikan sejumlah kejutan. Dengan demikian, selain euforia peringatan yang berupa hiburan dan pemasaran wisata, akan ada pula edukasi yang bisa dipetik dengan adanya helatan ini.

"Nanti akan ada diskusi kelompok terpimpin terkait peran pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan atau Education for Sustainable Development dalam memuliakan UNESCO Global Geopark Gunung Sewu,” terang dia.

Sementara itu, Kasi Promosi, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Purnomo Sumardamto menambahkan, dalam kegiatan yang akan berlangsung pada malam hari itu, panitia akan mendatangkan sejumlah artis penghibur.

Di antaranya Yogyakarta Simphony Orkestra, Erix Soekamti (vokalis Endank Soekamti), Gaseng Om Wawes (vokalis dari grup band Om Wawes), Nuvi Wardhana (Vokalis & Artis youtube), Nanda Candra (vokalis dan pemain biola).

“Harapan kita milenials dapat mengapresiasi seni pertunjukan yang dikemas di destinasi wisata,” ujar dia.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan, kegiatan itu juga dalam rangka menyongsong revalidasi dari Unesco pada 21-27 Juli 2019 mendatang.

Untuk itu, pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat dapat datang dan menyaksikan sekaligus juga meramaikan even yang tidak dipungut biaya itu.

"Hanya tiket retribusi saja, kalau untuk undangan kita mengundang Jaringan Geopark Indonesia (JGI), 80 instansi terkait tingkat pusat dan daerah. Dan tentu saja terbuka untuk umum,” ujarnya.

Sejak 2015 silam, Geopark Gunung Sewu sudah ditetapkan sebagai bagian dalam 120 Global geopark yang tersebar di 33 negara. Penetapan tersebut termaktub dalam konferensi Asia Pacific Global Network oleh UNESCO di Kaigan, Jepang.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kemenpar Alexander Reyaan mengatakan, keberadaan Geopark Gunung Sewu sangat vital.

“Posisi Gunung Sewu Sewu ini sangat penting. Potensi yang dimilikinya juga sebagai destinasi pariwisata terbaik di Indonesia. Untuk itu, berbagai penguatan harus dilakukan terutama Penyusunan Jalur Geowisata,” ungkapnya.

Kawasan karst Gunung Sewu merupakan kawasan paling istimewa di Jawa. Kawasan tersebut berbentuk conical hills, terdiri dari sekitar 40.000 bukit karst. Panjang kawasan ini mencapai 85 kilometer dengan luasan endapan gampingnya mencapai 1.300 kilometer persegi.

Membentang dari Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Pacitan dengan total 33 situs (site). Kabupaten Gunungkidul memiliki 13 situs termasuk di dalamnya adalah Gunung Api Purba Nglanggeran.

Menpar Arief Yahya mengatakan, Geopark Gunung Sewu merupakan salah satu destinasi unggulan yang ada di Indonesia. Karena hampir 5 juta wisatawan berkunjung ke geopark yang terletak di kawasan Kabupaten Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan.

"Untuk kepentingan semua, untuk kepentingan negara. Nanti akan menguntungkan masyarakat Indonesia," katanya.