WASHINGTON - Menjadi pejabat tinggi di Negara Adidaya bukan jaminan tidak diganggu oleh peretas, malah resiko untuk diretas nya email hingga website pun jauh lebih besar di negara Amerika ,Buktinya akhir- akhir ini Seorang peretas asal Inggris dilaporkan telah menipu pejabat-pejabat tinggi Gedung Putih untuk terlibat dalam perselisihan melalui email-email palsu.

Orang yang menyebut dirinya sebagai "penulis email iseng" itu meyakinkan seorang penasehat keamanan siber senior bahwa ia adalah menantu presiden, Jared Kushner, kata CNN.
Ia juga menipu eks juru bicara Presiden Trump, Anthony Scaramucci, dengan berpura-pura sebagai eks kepala staf Reince Priebus.

Berikut nama - nama Petinggi Gedung Putih yang pernah diganggu dan ditipu peretas

1. Donald Trump Jr mengadu

Eric Trump sempat juga tertipu oleh pengirim email yang berpura-pura jadi kakaknya, Donald Trump Jr, perihal sebuah senapan berburuh jarak jauh.

Namun Donald Jr segera menyadari itu merupakan suatu penipuan dan membalas, " Saya sudah mengirim ini ke penegak hukum yang akan segera menanganinya. "

2. Penasihat keamanan memberikan alamat email pribadi

Penasehat Keamanan Dalam Negeri Tom Bossert tampaknya tertipu, dan menganggap bahwa menantu presiden, Jared Kushner mengundangnya ke satu pesta dan memberikan alamat email pribadinya meskipun sebenarnya tidak diminta.

"Tom, kami merencanakan pesta kecil menjelang akhir Agustus," tulis Kushner palsu dalam email yang dibagi pada CNN. "Akan sangat bagus jika Anda bisa hadir, saya menjanjikan makanan dengan kualitas yang paling tidak seperti makanan yang kita santap di Irak. Mestinya nanti bisa jadi malam yang menyenangkan."

3. CekcokScaramucci: KisahShakespeare tentang kecemburuan dan pengkhianatan?

Sehari sesudah Priebus mundur sebagai kepala staf Gedung Putih, peretas mengirim email kepada Anthony Scaramucci, kepala media Gedung Putih waktu itu, berpura-pura menjadi seterunya itu.

Priebus palsu ini menuduh Scaramucci sebagai seorang " munafik luar biasa " serta bertindak melalui cara yang " tidak berkelas sama sekali. "

Scaramucci, ditunjuk direktur komunikasi seminggu sebelumnya, telah menuduh Priebus -seorang tokoh Partai Republik- sebagai orang yang mengungkapkan informasi Gedung Putih terhadap pers.

Ia juga menelepon seorang reporter untuk mengungkapkan omelan penuh caci maki mengenai Priebus, yang ia sebut sebagai "penderita skizofrenia yang paranoid".

Scaramucci tertipu email-email palsu tersebut. Dan pada hari Sabtu, menjawab, "Anda tahu apa yang Anda lakukan. Kita semua tahu. Bahkan hari ini. Tapi yakinlah kami siap. Kalau Anda pria sejati, akan meminta maaf."

Para pakar mengatakan kepada CNN bahwa insiden-insiden ini menunjukkan bagaimana bahkan orang-orang terkuat di Amerika tetap rentan terhadap serangan-serangan phishing, di mana peretas mengirim email-email palsu untuk membujuk orang tersebut agar memberikan informasi pribadinya.