BREAKINGNEWS.CO.ID - Dari tahun ke tahun industri perfilman Indonesia sudah makin berkembang. Perkembangan ini dinilai konsisten bila dilihat dari jumlah penonton yang terdata di tahun 2016 sampai 2017. Di tengah maraknya produksi film-film nasional, Lembaga Sensor Film (LSF) semakin gencar dalam mengampanyekan budaya “Sensor Mandiri, Wujud Kepribadian Bangsa".

Sama seperti tahun 2017, Lembaga Sensor Film (LSF) kembali menggelar ajang penghargaan untuk perfilman Indonesia. Acara penganugerahan tersebut memiliki dua program utama, yaitu ajang penghargaan bagi pelaku perfilman serta kontes karya bagi masyarakat umum.  Menurut Ketua Sub Komisi II Bidang Hukum LSF Rommy Fibri Hardianto, film masuk sensor LSF selama 2015 berjumlah 142. Jumlah ini meningkat ke 154 selama setahun berikutnya, lalu ke 159 selama 2017.

"Film (bioskop) yang tidak lolos (sensor) pada 2017 itu tidak ada. Namun yang menarik, dari 2015, 2016, hingga 2017, film nasional yang disensorkan ke LSF, jumlahnya mengalami peningkatan," kata Rommy dalam jumpa pers Anugerah LSF 2018 di kantor LSF Jakarta Selatan, Senin, 2 Juli 2018.

Rommy berharap film produksi domestik selama 2018 terus mengalami kenaikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas sensor. Namun ketimbang kualitas, Rommy merasa jumlah film harus meningkat lebih dulu. Pasalnya, sejauh ini film-film domestik tidak menghadapi masalah serius tentang sensor dan klasifikasi usia.

"Kita berharap dari sisi kuantitas dulu deh. Karena sampai hari ini, film-film nasional tidak ada persoalan (sensor). Maksud saya, berbeda dengan yang kami hadapi saat menyensor film luar karena tradisi budaya berbeda," ungkap Rommy. "Saya yakin, tidak ada produser film Indonesia yang menaruh adegan porno, telanjang bulat, di film. Tentu ini hal yang positif untuk LSF. Berbeda untuk film dari luar yang masuk, kami masih antisipasi hal-hal seperti itu." 

Untuk program penghargaan, tahun ini LSF memberi penghargaan dalam lima kategori, yaitu film bioskop, film televisi, serial televisi, pengelola kanal televisi, serta pengelola bioskop.  Segenap anggota dan tenaga sensor LSF akan menjadi tim juri untuk menilai film mana yang layak mereka beri penghargaan. Mereka akan menilai seluruh film dan serial domestik yang tayang di bioskop dan televisi selama periode 1 September 2017 hingga 31 Agustus 2018. Seremoni pengumuman dan pemberian penghargaan akan digelar pada Oktober.