BREAKINGNEWS.CO.ID - Penyidik Polda Metro Jaya akan memeriksa dokter yang merawat petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bernama Muhammad Gilang Wicaksono. Gilang diketahui merupakan korban dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh pihak Pemerintah Provinsi Papua. Hanya satu dokter yang akan diperiksa, sebab saat melakukan operasi memang Gilang hanya ditangani seorang dokter saja.

Pemeriksaan terhadap dokter tersebut nantinya akan ditanya seputar kegiatan operasi yang dilakukan terhadap Gilang. "Kita mintai keterangan berkaitan dengan kegiatan operasi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes isaros Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (12/2/2019).

Rencananya dokter tersebut akan dimintai keterangan sekitar pukul 13.30 WIB siang ini. Namun, apakah yang bersangktuan akan datang atau tidak, Argo belum bisa memastikannya.

Dokter yang akan diperiksa merupakan dokter Rumah Sakit MMC Kuningan, Setiabudi Jakarta Selatan. "Saksi dokter dari RS MMC Kuningan," ujarnya.

Gilang adalah orang yang diduga dianiaya, saat sedang mengambil foto aktivitas rapat antara Pemprov Papua dengan Anggota DPRD Papua, di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu malam, 2 Februari 2019.

Ketika itu, sejumlah orang dari Pemprov Papua datang menghampiri Gilang, karena tidak terima difoto. Mereka sempat menanyakan identitas Gilang. Meski sudah mengetahui Gilang pegawai KPK, namun mereka tetap 'menghujani' bogem mentah.

Akibatnya, wajah Gilang mengalami luka memar dan sobek. Korban lantas melapor ke Polda Metro Jaya, Minggu 3 Februari 2019.

Selanjutnya, pihak Pemprov Papua melaporkan balik pegawai KPK itu atas tuduhan pencemaran nama baik. Sebab, di dalam HP pegawai KPK yang sempat diperiksa pihak pemprov, terdapat pesan jika salah satu pejabat ada yang akan melakukan tindak suap.

"Isi pesan WhatsApp terlapor sempat dibaca. Ada kata-kata yang berisi akan ada penyuapan yang dilakukan Pemprov Papua. Faktanya tidak ada penyuapan," kata Argo.

Atas dasar itu, pihak Pemprov Papua melalui Alexander Kapisa melaporkan kejadian ini, atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik, Senin 4 Februari 2019. Dia melapor ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/716/II/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Pasal yang dijerat yakni Tindak Pidana di bidang ITE dan pencemaran nama baik atau fitnah melalui media elektronik Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) dan Pasal 35 Jo Pasal 51 Ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE.