Wakil ketua MPR RI, Mahyudin mengatakan jika Setya Novanto merupakan sosok pekerja keras. Alasannya, sejak dirinya kenal dengan Novanto pada 2008, ia menilai jika mantan Ketua DPR RI tersebut sehabis menunaikan shalat Subuh tidak istirahat lagi, melainkan langsung bersiap untuk memulai aktivitasnya dan hal itu menurutnya berbanding terbalik dengan kehidupannya.

"Saya kenalnya pada 2008 dan kebetulan rumah dekat, dan saya sering ngomongin partai. Beliau itu pekerja keras, menurut saya saat saya habis shalat subuh, saya langsung tidur. Beda kalau beliau tidak tidur lagi, langsung kerja, ngobrolin ini-itu seputar partai," ungkapnya saat menjawab pertanyaan kuasa hukum, Maqdir Ismail, Kamis (15/3/2018)

Tak hanya itu, Mahyudin mngatakan jika sosok Setya Novanto tersebut merupakan orang paling bersemangat soal pekerjaan. Bahkan menurutnya, saat terdakwa menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR, pagi-pagi Novanto sudah datang ke kantornya. "Terkait pekerja keras tadi dalam hal apa? ketika jadi ketua fraksi, apakah setiap hari pekerjaan di kantor dibawa ke rumah?" tanya Maqdir. "Kalau soal pekerjaan di kantor dibawa ke rumah saya kurang tahu, tapi kalau masuk kantor pagi-pagi memang iya, jam tujuh saja Pak Nov sudah datang ke kantor," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mahyudin dihadirkan dalam sidang kasus proyek e-KTP sebagai saksi. Dalam keterangannya sebagai saksi tersebut, terkait dengan pembahasan anggaran e-KTP menurutnya hal itu dibahas pada komisi terkait yakni Komisi II DPR RI. Setelah dibahas di komisi tersebut, kemudian diteruskan ke badan anggaran (Banggar) DPR. Dari banggar itu kemudian dibahas bersama pemerintah dan Kementerian Keuangan RI.

"Pada periode 2009-2014, Anda di DPR kan sebagai wakil ketua fraksi Partai Golkar, mengenai anggaran proyek e-KTP apakah dibahas di fraksi?" tanya kuasa hukum Setya Novanto, Maqdir Ismail. "Menurut saya tidak, penganggaran menurut saya kan di komisi, nah dari sana dibawa ke banggar dan dibahas dengan pemerintah dan kemenkeu. Jadi tidak dengan fraksi tapi dengan komisi," katannya.