JAKARTA-Ketua DPR RI Drs.H.Setya Novanto, Ak, M.M Selasa (8/8) pagi melakukan takziah (melayat) ke kediaman almarhum Mayjen (PUrn) Basofi Sudirman di daerah Kemang Timur, Jakarta Selatan. Basofi Sudirman, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta 1987-1992 dan Gubernur Jawa Timur 1993-1998, wafat pada hari Senin (7/8) pukul 11.00 WIB di RS Medistra, Jakarta Selatan, dalam usia 77 tahun.

Berikut adalah pernyataan sekaligus kesan Ketua DPR RI Setya Novanto terhadap almarhum Basofi Sudirman:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu

"Saya mengenang almarhum sebagai sosok Patriot yang lengkap. Kepergian almarhum meninggalkan banyak kenangan dan pelajaran bagi kita semua, terutama para generasi muda bangsa. Selama mengenal dan bergaul dengan almarhum, beliau selalu menunjukan keterbukaan. Tak pernah memilah milih pertemanan dan selalu mau menyambut siapapun yang datang untuk berkomunikasi, baik dari kalangan muda maupun senior, dari kalangan politisi maupun seniman. Almarhum selalu membuka dirinya untuk siapapun.

Bagi saya, almarhum adalah sosok yang lengkap. Lahir dari keluarga pejuang, ayahnya Letjen TNI (Purn) H Soedirman adalah pahlawan nasional dari Kabupaten Bojonegoro. Tak mengherannkan jika almarhum punya jiwa Patriot, Nasionalis, dan Pancasilais. Lebih dari itu, almarhum juga sosok yang humoris dan religius.

Almarhum pernah mengabdi sebagai prajurit dan menjabat sebagai Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) I/Bukit Barisan pada 1986-1987. Pensiun dari dunia militer, almarhum kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 1987-1992, Gubernur Jawa Timur 1993-1998. Umumnya, kita juga mengenal almarhum sebagai pendendang lagu dangdut yang berjudul "Tidak Semua Laki-Laki", sebuah lagu yang sangat hits pada dekade 1990an dan disukai oleh semua kalangan. Saya termasuk salah satu pecinta lagu tersebut.

Saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, almarhum melahirkan Gerakan Kembali ke Desa, 1 Desa 1 Produk. Melalui Gerakan ini, almarhum ingin memajukan perekonomian di berbagai desa di Jawa Timur. Gerakan ini juga menginspirasi berbagai daerah lain untuk memajukan desanya masing-masing.

Mari kita mendoakan almarhum. Semoga seluruh jasa dan pengabdiannya menjadi ladang amal ibadah bagi almarhum. Insya Allah, almarhum ditempatkan dalam Surga-Nya. Amin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu."