BREAKINGNEWS.CO.ID -  Saham perusahaan pembuat pesawat komersil Boeing terus mengalami tekanan. Terakhir, pabrikan yang berkantor pusat di AS ini  harus melihat nilai saham mereka jatuh tiga persen pada akhir perdagangan Senin, (Selasa 19/3/2019) WIB. Pemicunya tak lain karena adanya laporan dua media yang mempertanyakan proses sertifikasi  jet 737 MAX sebelum dua kecelakaan mematikan baru-baru ini.

Sebuah laporan Wall Street Journal pada Minggu (17/3/2019) mengatakan Departemen Transportasi AS sedang menyelidiki persetujuan Badan Penerbangan Federal (FAA) terhadap 737 MAX dan khususnya sistem anti-stall (MCAS).

Seattle Times secara terpisah melaporkan bahwa analisis keselamatan Boeing terhadap sistem kontrol baru yang dikenal sebagai MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) memiliki kelemahan penting, termasuk daya (power) yang diremehkan.

Seperti dikutip dari laman Antaranews.com, surat kabar ini juga mengatakan FAA AS mengikuti proses sertifikasi standar pada MAX daripada pertanyaan-pertanyaan tambahan. "Boeing (akan menghadapi) jauh lebih banyak pengawasan daripada proses-proses yang telah dilihat sebelumnya," kata Richard Safran dari Buckingham Research.

"Inspektur Jenderal Departemen Transportasi AS akan mencari masalah-masalah apa pun berkenaan dengan bagaimana manajemen menangani proses sertifikasi."

Saham perusahaan telah menurun sekitar 10 persen sejak kecelakaan Ethiopian Airlines pada 10 Maret yang menewaskan 157 orang, menghapus hampir 25 miliar dolar AS dari kapitalisasi pasarnya, menurut data Refinitiv.

Pada bagian lain, Ethiopia menyebut bahwa kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines memiliki "kesamaan yang jelas" dengan kecelakaan Lion Air di Indonesia pada Oktober tahun lalu.

Penyelidikan Departemen Transportasi AS, yang diluncurkan setelah kecelakaan pada Oktober yang menewaskan 189 orang, telah memperingatkan kantor FAA untuk melindungi file komputer, WSJ melaporkan. "FAA akan dipanggil untuk perannya dalam proses sertifikasi dan setiap kontribusi terhadap masalah MCAS," kata Safran.

Senin lalu, Boeing mengatakan akan menempatan perangkat lunak yang telah diperbarui ke 737 MAX 8, beberapa jam setelah FAA mengatakan akan mengamanatkan "perubahan desain" di pesawat pada April.

Saham Boeing turun 2,8 persen menjadi 369,20 dolar AS pada awal perdagangan, menjadikannya hambatan terbesar pada Dow Jones Industrial Averag