BREAKINGNEWS.CO.ID - Pesta Olahraga Difabel Asia 2018, Asian Para Games segera dimulai pada 8 Oktober hingga 16 Oktober 2018 di Jakarta. Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Khalawi Abdul Hamid mengungkapkan pihaknya akan merenovasi seribu kamar untuk menyesuaikan kebutuhan atlet.

Kementerian PUPR sudah menyiapkan dana tambahan sebesar Rp150 Miliar dari dana APBN 2018. "Adanya tambahan dana itu untuk merenovasi seribu kamar penunjang fasilitas difabel dan untuk menyesuaikan kebutuhan para atlet," kata Khalawi Abdul Hamid saat countdown 100 hari Asian Para Games di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta (28/6/2018). "Pelayanan untuk atlet disabilitas jelas berbeda. Kami siapkan yang terbaik. Transport juga beda, fasiltas seperti akses toilet dan lainnya," ujarnya, menambahkan.

Selain itu, lanjut Khalawi, Selain renovasi kamar, pihaknya juga akan menambah setidaknya 30 lift di enam tower Wisma Atlet. "Jadi lima dikali enam tower. Dan untuk itu kita sudah siapkan semuanya, mudah-mudahan cukup baik, Insya Allah pertengahan Juli 2018 bisa berfungsi," bebernya.

Mencari Kekurangan

Sejak Rabu (27/6), uji coba pertandingan alias test event Asian Para Games, sedang dilakukan hingga 3 Juli 2018. Sebelumnya, Jakarta belum pernah menjadi tuan rumah Asian Para Games. Namun, pada 1 Maret 2016 Jakarta ditunjuk sebagai penyelenggara ajang tersebut.

Direktur Sport INAPGOC, Fanny Riawan, mengungkapkan tidak takut dengan kesalahan yang terjadi pada Test Event Asian Para Games ini. "Karena, lebih baik kami mengetahuinya sekarang daripada ketika games times nanti," ucapnya. Di sisi lain, untuk menggaungkan test event ini, INAPGOC mendatangkan beberapa artis top Indonesia. Kemarin kita datangkan Betrand Antolin, dan Aura Kasih, hari ini ada Mona Ratuliu," bebernya lagi.

Di sisi lain, Asian Para Games 2018 berkiblat pada pelaksanaan Paralimpiade London 2012 yang dianggap sebagai pergelaran terbaik yang pernah digelar dan akan berlangsung pada 6-13 Oktober mendatang.diikuti oleh 42 negara peserta. Mereka akan bersaing dalam 17 cabang olahraga difabel yang dipertandingkan.