BREAKINGNEWS.CO.ID - Sepasang emas Asian Games 2018 berhasil dikawinkan tim basket China. Tim putra dan putri China sukses menjadi pemenang setelah mengalahkan lawan-lawannya pada laga final di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

Emas pertama Negeri Tirai Bambu dari basket didapat dari tim putri yang mengalahkan Korea Selatan dengan skor 71-65. Selang beberapa jam kemudian, giliran tim putra yang menambah koleksi medali emas China pada Asian Games 2018. Fang Shou dkk naik ke podium kampiun setelah menundukkan Iran dengan skor 84-72. Keberhasilan tim basket putra dan putri China meraih emas di Asian Games 2018 ini sekaligus mengulang memori manis pada delapan tahun lalu.

Pada Asian Games Guangzhou 2010, tim basket China juga mampu mengawinkan medali emas. Namun, dominasi mereka sempat terputus pada Asian Games Incheon 2014. Empat tahun lalu, China cuma kebagian satu medali perak melalui tim putri. Adapun tim putra China gagal menembus fase semifinal dan hanya bisa finis di peringkat kelima.

Kehadiran Sang Legenda

Kesuksesan tim basket putra dan putri China terasa spesial. Karena, mereka kedatangan sang legenda Yao Ming. Yao Ming merupakan mantan pemain klub Liga Basket Profesional Amerika Serikat (NBA), Houston Rockets. Namun, dia datang ke Asian Games 2018 sebagai Presiden Asosiasi Basket China (CBA).

Pelatih tim putra China, Li Nan, mengakui kedatangan Yao Ming menjadi pemantik perjuangan tim basket China di Asian Games 2018. "Yao Ming memberi pengaruh besar kepada kami, terutama kepada tim putra yang masih muda ini. Sosoknya yang melegenda jelas menjadi panutan tersendiri bagi tim," tutur Li Nan dalam konferensi pers di Istora Senayan.

Di sisi lain, China memastikan diri sebagai juara umum Asian games 2018. Mereka tak terbendung dengan raiahan total 289 medali. Dengan rincian, 132 medali emas, 92 perak, dan 65 medali perunggu. Dominasi dan kekuatan olahraga China juga sudah tercatat pada Asian Games sebelumnya. Dalam sejarah Asian Games, China sudah 9 kali keluar sebagai juara umum, sejak Asian Games 1982 di New Delhi, India, hingga Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Kemenangan itu tidak pernah terputus, seolah tidak ada kesempatan sedikit pun bagi negara lain untuk merasakan kemenangan menjadi juara umum.