BREAKINGNEWS.CO.ID - Dihentikan hampir dua pekan, dijanjikan akan ada perubahan. Dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF). Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, berjanji akan menuntaskan masalah anarkisme dalam sepak bola nasional dengan membuat SOP yang jelas dan tegas dan tak akan tebang pilih kepada para pelaku kekerasan baik verbal maupun non verbal.

Menpora Imam Nahrawi mengumpulkan suporter untuk yang kedua kali sebagai seremonial semu perdamaian suporter. Ada kesepakatan tak ada lagi lagu rasis di setiap pertandingan. Waketum PSSI, Joko Driyono, bahkan menyatakan pertandingan akan dihentikan bila ada nyanyian rasis. Nyatanya? Semua fatamorgana belaka. Omong kosong. PenghentianLiga 1 2018 selama dua pekan tak memberikan pengaruh apa-apa alias nihil. Faktanya?

Ujian terhampar di derby Jawa Timur antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya. Masih ada barakuda yang mengangkut pemain. Menyimbolkan adanya ketidakamanan dan ketidaknyamanan jelang laga. Ada chant rasis yang dibiarkan di pertandingan dan tak dihentikan. Padahal, disaksikan langsung Sekjen PSSI, Ratu Tisha, dan Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, yang juga Presiden Singo Edan. Ada pelemparan botol. Ada penonton masuk lapangan dan menyobek bendera dan logo Persebaya. Ada flare. Semua dibiarkan terjadi bahkan terkesan direstui. Padahal, andai dihentikan beberapa saat akan sangat memberikan pembelajaran karena ditayangkan langsung. Alhasil, tak ada edukasinya. Dimana pula hasil dari penghentian kompetisi selama dua pekan. Kompetisi sepak bola Indonesia hanya kejar tayang. Mengejar bisnis tanpa mengedepankan keselamatan.

Selain itu, Kekerasan juga terjadi di kompetisi asprov Purwodadi. Di Liga 3 regional Jawa, antara Blitar Poetra vs PSIP Pemalang. Tak sampai disitu, Liga 2 saat bus pemain Persiraja dilempari penonton ketika bertandang ke markas Cilegon United. Di mana reformasin tata kelola sepak bola Indonesia yang digaungkan saat pemberkuan sementara?. Mari kita renungkan bersama. Ada empat hal yang manusia tak bisamemprediksikannya. Janya tuhan yang tahu: umur, rezeki, jodoh, dan sepak bola Indonesia.