Seorang nenek (61) diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang. Polisi juga sudah menetapkannya jadi tersangka atas masalah sangkaan aksi cabul pada anak dibawah umur berinisial AR (13).

" Telah kita amankan serta sudah diputuskan jadi tersangka, " tutur Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono HB di Mapolresta Palembang, Kamis (20/7/2017).

Harni sudah menikah beberapa puluh tahun dan tidak memiliki anak. Diakuinya bahwa dia sudah lakukan perbuatannya sejak beberapa bulan yang lalu dan diakuinya perbuatan itu karena sayang serta sering digoda oleh AR. Bahkan juga, tindakannya itu dikerjakan waktu sang suami ada dirumah.

Menurut dia, perbuatan itu dikerjakana atas dasar suka sama suka serta tanpa ada paksaan. Dia menyebutkan seringkali di cium oleh korban waktu ada dirumah.

Walau bekerja jadi pemulung, Harni sering memberi uang sekitaran Rp 10. 000 hingga Rp 20. 000 untuk uang jajan harian AR. Menurut dia, bila hal tersebut tidak diberi AR juga akan merajuk serta tidak ingin pulang dari tempat tinggalnya

"Kalau sudah diciumi siapa yang tidak terangsang? Ya akhirnya kami lakukan itu (berhubungan badan) di rumah. Terus dia juga sebenarnya sudah saya anggap seperti anak sendiri jadi sering kasih uang jajan juga," tutupnya.

Akibat perbuatannya nenek Harni kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 82 ayat (1) tentang pencabulan anak dibawah umur dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.