Khalid Asy'ari (45), seseorang guru yang hilang saat memancing di laut pada akhirnya diketemukan, Sabtu (15/7/2017). Jasad pria asal Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, itu diketemukan mengapung oleh nelayan di perairan Paiton, Probolinggo. Mayat korban dievakuasi ke pinggir pantai memakai perahu karet BPBD Situbondo, sebelumnya dibawa ke RSUD Besuki.

"Sesudah diidentifikasi, keluarganya meyakinkan korban yaitu Khalid Asy'ari. Terkecuali dikenali dari kaos korban ada juga tanda sisa luka di jari kelingking satu diantara tangannya, " kata Puriyono, Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo.

Info detikcom mengatakan, jenazah Khalid Asy'ari diketemukan di perairan Grinting dengan jarak sekitaran 3 mil dari bibir pantai. Mayat pertama kalinya diketemukan oleh nelayan asal Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton saat melaut, siang barusan. Tahu ada mayat, si nelayan memberikan laporan temuannya ke aparat berkaitan di Kecamatan Paiton serta dilanjutkan ke petugas di Situbondo.

" Sesudah lakukan kaji cepat dengan anggota dari semuanya unsur Tim SAR paduan yang lakukan pencarian, kami segera lakukan usaha evakuasi, " tutur Puriyono.

Perlu saat sekitaran 45 menit pulang pergi dari TPI Sumberanyar Paiton menuju TKP tempat penemuan jenazah korban. Demikian hingga di daratan, jenazah korban segera dievakuasi ke RSUD Besuki dengan memakai mobil ambulan punya PMI Kraksaan Probolinggo.

" Dengan diketemukannya dua jenazah ayah serta anak ini, bermakna pencarian korban kami nyatakan ditutup, " tandas Puriyono.

Terlebih dulu, maunya isi berlibur sekolah, tidak tahunya jadi berbuntut musibah. Seseorang guru serta anaknya di Situbondo dinyatakan hilang di laut. Khalid Asy'ari (45) serta anaknya, Moh Farhan Putra Asy'ari (10), tidak kunjung pulang selesai pamitan memancing ikan di perairan Kecamatan Mlandingan.

Ayah serta anak asal Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan, itu pergi memancing ikan ke tengah laut dengan memakai perahu pakisan atau perahu pancingan. Usaha pencarian segera dikerjakan tim SAR paduan.

Tiga hari sesudah dinyatakan hilang, Muhammad Farhan Putra Asy'ari diketemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Mayat siswa SD ini diketemukan mengapung di perairan Sampang, Madura. Mayat korban pernah dibawa ke RSUD Sampang, sebelumnya pada akhirnya dibawa pulang ke tempat tinggal duka di Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan