BREAKINGNEWS.CO.ID - Para pelaku pasar, rupanya merespon positif pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketum Partau Gerindra Prabowo Subianto. Terbukti, setelah pertemuan rekonsiliasi Jokowi - Prabowo di moda transportasi MRT, Jakarta, Sabtu (13/7/2019), berlanjut positif. Pada pembukaan perdagangan Senin (15/7/2019) pagi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, membaik.

Mata uang rupiah, terlihat menguat terhadap dolar AS. Bahkan rupiah langsung diperdagangkan  di bawah Rp14 ribu per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin pagi ini. Rupiah dibuka menguat di posisi Rp13.993 per dolar AS dibanding penutupan akhir pekan lalu Rp14.008 per dolar AS. Hal ini diyakini terkait dengan rekonsilisi Jokowi-Prabowo. 

Hingga perdagangan pukul 08.30 WIB, rupiah terus bergerak menguat dan berada di posisi Rp13.973 per dolar AS. Mayoritas mata uang Asia justru bergerak melemah pada perdagangan pagi ini. Dolar Singapura melemah 0,07 persen, baht Thailand 0,03 persen, yuan China 0,15 persen, peso Filipina 0,02 persen, dolar Hong Kong 0,05 persen.

Sementara itu, mata uang sejumlah negara maju juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,05 persen, dolar Australia melemah 0,006 persen, franc Swiss melemah 0,03 persen, sedangkan euro stagnan. Namun fluktuasi mereka tentu tak dipengaruhi rekonsiliasi Jokowi - Prabowo.  

Beberapa mata uang Asia berhasil menguat bersama Rupiah. Ringgit Malaysia menguat 0,11 persen, yen Jepang menguat 0,05 persen, dan won Korea menguat 0,02 persen. Menguatnya rupiah selain karen rekonsiliasi Jokowi - Prabowo, juga dipengaruhi pidato Jokowi. Presiden  terlihat memberikan optimisme yang tinggi pada iklim investasi di Indonesia.

Menurut Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra,  rupiah menguat pagi ini terutama didorong sentimen positif dari dalam negeri berupa rekonsiliasi antara Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto.  

Selain sentimen dari dalam negeri, menurut Ariston, rencana Bank Sentral AS, The Federal Reserve memangkas suku bunga juga turut mempengaruhi penguatan rupiah. Wacana tersebut membuat dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya, termasuk rupiah.  "Rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13900-14.080 per dolar AS hari ini," ungkap dia.