BREAKINGNEWS.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah karena masih dipengaruhi sentimen ekonomi global.

Mengutip laman Antaranews.com,  Rabu (23/1/2019), IHSG BEI ditutup menguat sebesar 17,39 poin atau 0,27 persen menjadi 6.451,17. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 8,6 poin atau 0,83 persen menjadi 1.022,46.

Analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji Gusta mengatakan, pelemahan IHSG banyak dipengaruhi sentimen global dan masih minimnya sentimen positif domestik.

"IHSG sepertinya mengalami pelemahan akibat sentimen dari pelemahan harga komoditas dunia, sentimen dari batalnya pertemuan antara AS dengan Cina  mengenai negosiasi perdagangan, Brexit uncertainty, resesi perekonomian AS, resesi perekonomian Jepang, serta turunnya tingkat GDP Cina. Di sisi lain, sentimen positif dari dalam negeri masih minim," ujar Nafan.

Dibuka melemah, IHSG sempat bertahan di zona hijau pada siang hari, namun kemudian kembali terkoreksi pada sore hari.

 Frekuensi perdagangan saham pada Rabu tercatat sebanyak 499.096 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,22 miliar lembar saham senilai Rp9,87 triliun. Sebanyak 229 saham naik, 185 saham menurun, dan 134 saham tidak bergerak nilainya.

Investor asing sendiri membukukan aksi beli bersih atau foreign net buy sebesar Rp139,25 miliar pada hari ini.

Sebelumnya  Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan hal senada, bahwa Indeks melemah karena faktor eksternal.  "Outlook ekonomi yang global yang cukup terjal, juga belum tercapainya kesepakatan AS-Cina, serta rally IHSG yang cukup tinggi, dapat membuka kemungkinan koreksi hari ini," katanya 

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan perekonomian dunia dari 3,7 persen tahun ini menjadi 3,5 persen.