BREAKINGNEWS.CO.ID -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta  dan nilai tukar rupiah terkulai lemah akibat sentiment negatif global yang muncul sesaat jelang penutupan perdagangan, Rabu (13/11/2019) sore.

IHSG ditutup melemah 38,49 poin atau 0,62 persen ke posisi 6.142,5. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 9,34 poin atau 0,95 persen menjadi 974,88. "Pelemahan IHSG lebih dipengaruhi sentimen eksternal, terbukti beberapa bursa di regional Asia saat ini berada di zona negatif," kata Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Menurut Nafan, aksi demonstrasi di Hong Kong yang semakin masif serta ketidakpastian kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China menjadi sentimen utama yang melemahkan indeks.

Dibuka melemah, IHSG hampir menghabiskan waktu sepanjang hari di zona merah hingga penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli asing bersih atau net foreign buy sebesar Rp281,3 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 501.818 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,56 miliar lembar saham senilai Rp7,13 triliun. Sebanyak 153 saham naik, 242 saham menurun, dan 156 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei melemah 200,1 poin atau 0,85 persen ke 23.319,9, Indeks Hang Seng melemah 493,8 poin atau 1,82 persen ke 26.571,5, dan Indeks Straits Times melemah 26,8 poin atau 0,82 persen ke posisi 3.241.

Sedangkan nilai tukar rupiah terpantau turun 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.079 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.054 per dolar AS.

Menurut Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu, mengatakan pelemahan rupiah masih dipicu oleh sentimen negatif eksternal, terutama terkait perang dagang AS-China. "Presiden Donald Trump mengancam bahwa AS akan secara substansial meningkatkan tarif terhadap China jika tidak ada kesepakatan tercapai," ujar Ibrahim.

Presiden Amerika Serikat itu mengatakan di Economic Club of New York bahwa tidak ada yang lebih banyak memanipulasi atau memanfaatkan Amerika Serikat sejak masuknya China ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2001.

Dari eksternal lainnya, kerusuhan politik di Hong Kong terus mendapat perhatian ketika polisi memerangi demonstran pro-demokrasi di beberapa kampus universitas di kota tersebut. Beberapa jaringan transportasi, sekolah, dan banyak bisnis tutup pekan ini di tengah meningkatnya kekerasan di Hong Kong.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.070 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.070 per dolar AS hingga Rp14.086 per dolar AS.