BREAKINGNEWS.CO.ID -  Faktor Eksternal dan sentiment global  diprediksi menjadi  pendorong utama kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  pada awal perdagagangan pekan ini di Bursa Efek Indonesia, Senin (9/12/2019).

Optimisme bahwa indesks akan berada di zona hijau itu diutarakan analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan.  Dirinya menyebut AS-China dikabarkan mulai mendekati kesepakatan dagang sehingga memberikan optimisme di pasar. Untuk diketahui AS akan memberlakukan tarif baru atas produk China pada 15 Desember mendatang, sehingga harapannya kesepakatan dagang bisa tercapai sebelum tenggat tersebut.

"IHSG mengindikasikan potensi potensi penguatan masih ada," kata Dennies dikutip dari risetnya, Senin (9/12).

Namun demikian, para investor tetap harus berhati-hari, karena menurutnya lagi  penguatan indeks saham cenderung terbatas. Dennis memperkirakan indeks akan bergerak di rentang support 6.131-6.159 dan resistance 6.201-6.215.

Hal senada juga disampaikan  Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi. ia mengatakan IHSG berpotensi menguat awal pekan. Ia sepakat dengan Dennies jika pasar akan menunggu kesepakatan dagang AS-China sebelum batas pengenaan tarif atas produk China.

"Kami memprediksi IHSG akan bergerak menguat dengan support 6.140 dan resistance 6.200," ucapnya seperti dikutip dari laman Antaranews.com.

Dari domestik, lanjut dia, pelaku pasar menyambut baik rencana pemerintah melakukan revisi aturan melalui omnibus law. Pemerintah memastikan akan menyerahkan naskah akademis dan rancangan RUU omnibus law kepada badan legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebelum masa reses pada 12 Desember.

IHSG berhasil menguat pada perdagangan Kamis(5/12). Indeks ditutup di level 6.186 naik 34,75 poin atau 0,56 persen. Dalam sepekan indeks tercatat menguat 2,91 persen.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak menguat. Indeks Dow Jones naik 1,22 persen ke posisi 28.015, S&P 500 bertambah 0,91 persen ke level 3.145, dan Nasdaq Composite naik 1 persen menjadi 8.565.