JAKARTA - Sensasi kenikmatan seksual, baik pada pria maupun wanita, dipengaruhi oleh rangsangan seksual yang diterima dan reaksi seksual yang terjadi. Rangsangan seksual yang diterima dapat bersifat fisik dan psikis.

Rangsangan fisik didapat ketika melakukan aktivitas seksual sebelum hubungan seksual, seperti ciuman, pelukan dan rabaan. Selanjutnya rangsangan seksual didapat ketika peristiwa hubungan seksual berlangsung. Rangsangan psikis, misalnya sikap, penampilan, reaksi, dan bau badan juga mempengaruhi secara kuat bagi timbulnya reaksi seksual.

Lebih jauh reaksi seksual yang terjadi akibat rangsangan seksual yang diterima, akan menentukan berlangsungnya hubungan seksual. Kalau reaksi seksual yang terjadi baik, maka hubungan seksual berlangsung dengan baik dan memberikan kenikmatan seksual yang optimal. Tetapi kalau reaksi seksual yang terjadi tidak baik, maka hubungan seksual yang dilakukan tidak memberikan kenikmatan seksual seperti yang diharapkan.

Bila suami mengeluh kurang nikmat dalam berhubungan seks, mungkin disebabkan oleh kurangnya rangsangan seksual yang diterima, yang kemudian dapat menghambat reaksi seksualnya juga. Untuk mengatasi dorongan seksual yang menurun, tentu harus diketahui lebih dulu apa penyebabnya. Penyebab yang ada harus diatasi dengan benar. Tanpa menyingkirkan penyebabnya, tidak mungkin masalah seksual dapat diatasi dengan baik.