BREAKINGNEWS.CO.ID - Inul Daratista dikenal salah satu penyanyi yang sukses memulai karir di industri hiburan. Sebuah perjuangan hidup pasti akan menuai sebuah penghargaan dari jerih payah yang dihasilkan. Seperti halnya kisah hidup yang dialami pedangdut bernama asli Ainur Rokhimah memulai dari bawah.

Beberapa hari kemarin, Inul seolah flashback di mana dirinya masih belum dikenal dan merintis dari panggung ke panggung di berbagai kampung. Dia menuturkan, gaji yang didapat sebagai penyanyi dangdut cafe yang dibayar dengan sangat tidak sepadan.

"Kenanganku dulu saat honor show Rp20.000 sekali nyanyi, dan saat itu aku jadi pengisi cafe dangdut dibayar Rp23.000 nyanyi dari jam 21.00 sampai 02.00 pagi. Nyanyi sampai ndower bin ndomble dari lagu Ida Laila sampai Rita Sugiarto semua aku lahap habis. Mungkin 1000 lagu hapal aku bawakan setiap hari berjam-jam nyanyi sampai blangkemen. Tamu yang datang banyak dari luar kota demi ingin melihat goyang gendang koplo dan nyanyianku," ujarnya, seperti dikutip dari akun Instagram @inul.d.

 

Dabon solo? Kenanganku dulu❤️ Saat honor show 20rb sekali nyanyi,dan saat itu aku jd pengisi cafe dangdut dibayar 23rb nyanyi dr jam 9-2pagi,nyanyi sampe ndower bin ndomble dr lagu ida laila smpe rita sugiarto smua aku lahap habis,mgkn 1000 lagu hapal aku bawakan setiap hari berjam2 nyanyi sampe blangkemen?tamu yg datang byk dr luar kota demi ingin melihat goyang gendang koplo dan nyanyianku, kala itu ada tamu yg menawarkanku show di BATAM dgn honor sekali nyanyi 100rb !! Yah 100rb kubayangkan sekali nyanyi paling gak sampe sejam dibayar 100rb 5X lipat, terlintas klo 10X show 1jt?akhirnya deal show dibatam, berangkatlah aku naik kapal besarDABON SOLO??⛴dgn riang gembira,sungkem sm emak bpk dan orgtua menangis krn aku blom pernah pergi jauh sdri? Ternyata aku tertipu? Masuk tempat yg salah,di job utk di angkut jd TKW gelap,disekap dlm kamar,kencingpun ditemani?makanku sehari sekali lontong sayur yg lontongnyapun setengah blom matang,sekalinya show dibawa ke dlm masuk rawa2 dgn speedboad dgn rasa pasrah penuh doa,ternyata aku menghibur para pelacur???dgn kekuatan penuh doa ku panjatkan menangis tiada henti akhirnya ku kbali ke camp, menunggu giliran utk di bawa ke malaysia dgn kapal gelap yg jalan d malam hari,bahkan telponpun hrs izin dan ditemani mrk, tentunya hrs berkabar baik2... nasib terkatung2,terlunta2,tdk jelas bisa kembali pulang atau tidak, hanya airmata dan doa yg ku panjatkan siang dan malam?3minggu berlalu dlm kamar, menangis tiada henti smpai teman sekamar nekat berkata”jika kau nangis terus aku yg akan tinggalkan kamu sdrian’ sholatpun berjamaah bareng2 demi bisa kembali ke rumah???saat ada kesempatan,tetaplah aku minta di pulangkan... Begitu waktu berjalan sampai sbln lamanya seringkali kami diajak ke tempat pelacuran utk disuruh menemani hidung belang dan aku menolak paksa apapun yg terjadi sbb aku msh perawan???lebih baik mati drpd hrs berkorban hilang keperawanan oleh pria hidung belang?? hingga kami 5 teman seperjuangan yg nasibnya sama berusaha minta kami dipulangkan. Krn kami di suruh jd TKW gelap tdk mau mgkn mrk lelah... akhir kami di pulangkan paksa naik kapal dabon solo kembali tanpa uang sepeserpun???bajupun tdk byk kami bawa, ??

Sebuah kiriman dibagikan oleh Inul Daratista (@inul.d) pada

 

Dengan honor yang sangat sedikit, tak membuat Inul patah semangat. Dia tetap mengambil pekerjaan menyanyi dari berbagai panggung yang ditawarkannya. Hingga akhirnya, dia mendapat tawaran dengan honor yang dirasa menurutnya besar dan mengharuskan keluar kota.

"Kala itu ada tamu yang menawarkanku show di BATAM dengan honor sekali nyanyi Rp100.000. Yah Rp100.000 kubayangkan sekali nyanyi paling gak sampe sejam dibayar 100rb 5 kali lipat, terlintas kalau 10 kali show Rp1.000.000. Akhirnya deal show di Batam, berangkatlah aku naik kapal besar Dobonsolo dengan riang gembira, sungkem sama emak bapak dan orang tua menangis karena aku belum pernah pergi jauh sendiri," ujarnya melanjutkan cerita.

Namun, sesampainya di sana tak seperti yang diperkirakan oleh Inul. Dia dipaksa menjadi TKW gelap untuk dibawa ke Malaysia dan harus menghibur di tempat prostitusi.

Dia disekap, tidak bisa bebas, dan kemana-mana selalu dikawal. Rasa takut semakin menjadi, terlebih jauh dari rumah dan keluarga membuat Inul terus menangis setiap hari dan berharap bisa pulang.

"Ternyata aku tertipu masuk tempat yang salah, dijob untuk diangkut jadi TKW gelap, disekap dalam kamar, kencing pun ditemani, makanku sehari sekali lontong sayur yang lontongnya pun setengah belum matang, sekalinya show dibawa ke dalam masuk rawa-rawa dengan speedboat. Dengan rasa pasrah penuh doa, ternyata aku menghibur para pelacur dengan kekuatan penuh doa ku panjatkan, menangis tiada henti akhirnya aku kembali ke camp, menunggu giliran untuk dibawa ke Malaysia dengan kapal gelap yang jalan di malam hari, bahkan telpon pun harus izin dan ditemani mereka, tentunya harus berkabar baik-baik. Nasib terkatung-katung, terlunta-lunta, tidak jelas bisa kembali pulang atau tidak, hanya air mata dan doa yang ku panjatkan siang dan malam," ujarnya.

Selama bekerja di sana, tawaran bergelimang harta untuk menemani para pria hidung belang terus berdatangan. Namun, Inul bersikeras untuk menolaknya. Di sana Inul selalu meminta untuk dipulangkan, dia memohon agar bisa kembali ke kampung halamannya.

"Begitu waktu berjalan sampai sebulan lamanya seringkali kami diajak ke tempat pelacuran untuk disuruh menemani hidung belang dan aku menolak paksa apapun yang terjadi sebab aku msh perawan. Lebih baik mati daripada harus berkorban hilang keperawanan oleh pria hidung belang," ujarnya.

Tuhan akhirnya mendengarkan doa Inul dan mengabulkan permintaannya. Dia dan kelima temannya akhirnya dipulangkan paksa, meski tanpa uang sepeser pun.

"Hingga kami 5 teman seperjuangan yang nasibnya sama berusaha minta kami dipulangkan. Karena kami disuruh jadi TKW gelap tidak mau, mungkin mereka lelah. Akhirnya kami dipulangkan paksa naik kapal Dobonsolo kembali tanpa uang sepeserpun, bajupun tidak banyak kami bawa," tulis Inul.