BREAKINGNEWS.CO.ID - Jika Anda menonton film di bioskop, selain dapat menyimak alur cerita dalam film tentu mendengar irama musik sebagai sountrack. Musik merupakan lantunan suara yang disusun demikian rupa, sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan, terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama.

Seperti film berjudul 22 Menit, film yang diangkat dari kejadian kisah nyata yang terjadi di ibu kota Jakarta atas peristiwa bom teroris di kawasan Sarinah, Thamrin ini membuat rumah produksi Buttonijo Films menjadi film. Tentu saja dengan kejadian yang sama seperti peristiwa, penonton juga akan dibuat penasaran dengan alur ceritanya.

Sebelum menyaksikan di bioskop film 22 Menit yang akan tayang 19 Juli 2018. Penonton akan dibuka dengan lantunan irama dari grup musik Semenjana. Grup band yang terbentuk pada 2014 ini merilis single lagu dan video klip berjudul “Jakarta”.

Lagu ini menggambarkan hiruk-pikuknya kota Jakarta yang penuh suku, pekerjaan, dan cerita. Meskipun Jakarta adalah kotanya macet, namun tidak pelak lagi kita sayang, benci, dan rindu dengan kota metropolitan ini.

Grup yang beranggotakan Satrio Pinandito, Muslimin Idrus, Aditya Muhammad dan Dwi Purnomo Fauzi ini menciptakan lagu “Jakarta” sebagai wujud rasa sayang terhadap kota yang telah membesarkan mereka.

“Lagu ini kami tujukan untuk mereka yang seringkali merasa benci tapi rindu dan sayang kepada ibukota kita, Jakarta. Kami semua besar dan mengalami hidup di kota ini dan banyak peristiwa yang terjadi di dalamnya. Segala rasa manis, asam dan asin kami tuangkan ke dalam lirik dan alunan lagu yang damai ini,” jelas Satrio.

Untuk menambah kedalaman karya, Semenjana mengajak Ade Paloh dari band Sore untuk memberikan iringan musik terompet ke dalam lagu “Jakarta” Kebetulan, Ade adalah kawan baik mereka.

“Ketika sedang rekaman, kami kok jadi terpikir untuk menambah suara terompet. Saat itu, Ade baru saja belajar main terompet dan dia langsung menawarkan diri. Langsung kita rekam saat itu juga di teras rumahnya,” kata Satrio.

Sutradara Eugene Panji dan Myrna Paramita dari rumah produksi Button Ijo yang menggarap “22 Menit” pertama bertemu dengan Semenjana di sebuah kafe di Jakarta Selatan.

“Dari awal ketemu, Eugene sudah suka dengan lagu ini dan dia menyatakan niatnya untuk menjadikan lagu 'Jakarta' untuk scoring filmnya,” kata Satrio.

Awalnya, Eugene berniat menggunakan lagu “Jakarta” untuk film pendeknya yang mengangkat mantan gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Poernama. Namun, rencana berubah ketika Eugene dan Myrna memutuskan untuk mengangkat kisah bom Thamrin ke layar lebar.

“Kami membuat film drama dan aksi tentang bom Thamrin, bukan dokumentasi, jadi kesenduan dan kedamaian yang terpancar dari lagu 'Jakarta' ini adalah ramuan yang pas untuk mengiringi film '22 Menit,'” jelas Eugene.

“22 Menit” dibintangi oleh Ario Bayu yang berperan sebagai seorang polisi bernama Ardi. Ketika bom meledak di kawasan Thamrin, Jakarta, Ardi dan satuan kepolisian langsung bergerak sigap untuk menangkap pelaku. Berkat bantuan polisi lalu lintas bernama Firman (Ade Firman Hakim) dan segenap masyarakat, pihak kepolisian berhasil meringkus teroris dalam waktu 22 menit saja.

Film drama aksi ini juga dibintangi oleh Ardina Rasti, Hana Malasan, Ence Bagus, Fanny Fadhilah dan Mathias Muchus.