BREAKINGNEWS.CO.ID-Lebih dari 130 pebulu tangkis belia bersiap bertarung di fase pamungkas Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis 2019. Mereka yang memperoleh super tiket itu tersaring dari lima kota yang menjadi tahapan seleksi, yakni Bandung, Purwokerto, Surabaya, Solo Raya dan Kudus, yang dilangsungkan sejak Juli lalu.

Bandung meloloskan 24 peserta, Purwokerto 26, Surabaya 26, Solo Raya 28, dan sisanya dari seleksi di Kudus. Babak final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019 ini digelar 20-22 November ini, di GOR Djarum Kudus, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jateng.

Beberapa waktu lalu PB Djarum resmi mengumumkan rencana penghentian Audisi Umum Beasiswa Bulu tangkis ini, mulai 2020 mendatang. Keputusan tersebut diambil setelah sebelumnya audisi beasiswa bulu tangkis dari perusahaan rokok itu dianggap sebagai bentuk eksploitasi anak oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Namun, hal itu ternyata tidak menjadi penghalang minat dari talenta-talenta berbakat bulu tangkis dari seluruh penjuru tanah air. Ini menjadi bukti betapa mereka merindukan audisi ini. Hal tersebut tentuna juga didukung oleh orangtua dari para pemain-pemain belia tersebut.

Antusiasme untuk mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis 2019 ini sangat tinggi. Jika dihitung secara keseluruhan jumlah pesertanya bisa mencapai hampir 5000 orang. Mereka berdatangan dari kota-kota di sekitar kota tempat audisi, bahkan jauh dari luar kota. Untuk audisi di Kudus, misalnya, tercatat diikuti 831 pemain belia yang datang dari 27 provinsi di Tanah Air. Kabupaten Kudus jadi penyumbang peserta terbanyak dengan 121 peserta, disusul Kabupaten Pati (112), Kota Semarang (81), Kabupaten Demak (69), dan Kabupaten Batang (15) di lima teratas. Sementara dari luar Jawa yang terbanyak adalah dari Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dengan 10 atlet belia.

Yang menarik, audisi di Kudus yang berlangsung 17-19 November ini juga diikuti empat pelajar Indonesia yang tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka berempat adalah kakak-adik Bryan Utama Rasyad dan Aryan Utama Rasyad, serta Octavandiaz Windhito Purnomo dan Mohammad Rinaldi.

Bryan, Aryan, dan Octavandiaz ikut di kategori U-11 putra, sementara Mohammad Rinaldi di kategori U-13 putra. Byan dan Aryan didampingi sang ayah, Inton Tyas Suprapto, yang merupakan guru olahraga.

"Baru pertama ikut. Ingin merasakan audisi Djarum," kata Inton yang ditemui wartawan di lokasi audisi, di GOR Djarum, Minggu (17/11) lalu.

"Datang untuk mencari pengalaman dan mengasah latihan yang selama ini timnya lakukan di Malaysia. Mengingat untuk mengukur keberhasilan latihan di Malaysia sedikit susah," kata pria pria asal Yogyakarta ini.

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis 2019 dibagi dalam dua kelompok usia, yakni U-11 dan U-13, baik putra maupun putri. Audisi Umum Kudus pada 17-19 November merupakan gelaran pamungkas pada tahun ini.

Pada 2017, audisi umum berlangsung bagi kelompok usia U-11 dan U-13 dengan pendaftar 704 peserta. Angka itu meningkat menjadi 1.054 atlet pada audisi 2018 yang menyeleksi U-11, U-13, dan U-15.

Untuk tahun ini, seleksi berlangsung bagi U-11 dan U-13. Dengan fokus di kedua kategori tersebut, PB Djarum berharap bisa secara maksimal mengasah bakat dan mental para atlet sejak dini.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, untuk lebih mendapatkan pemain-pemain belia yang berkualitas, PB Djarum menerjunkan para pemain legendanya sepanjang audisi ini. Mereka diterjunkan di lima kota tempat audisi digelar, yang berpuncak di Kudus.

Para legenda mulai dari Tan Joe Hok, Christian Hadinata, Liem Swie King, Kartono, Rudy Herjanto Saputra, Hastomo Arbi, Eddy Kurniawan, Eddy Hartono, Lius Pongoh, Basri Yusuf, Richard Mainaky, Rionny Mainaky, Fung Permadi, Hariyanto Arbi, Aryono Miranat, Antonius, Tontowi Ahmad, hingga Liliyana Natsir terjun langsung memantau audisi dan menyuntik motivasi mereka.