BREAKINGNEWS.CO.ID-Sebanyak 6.084 jemaah haji dari 15 kloter terakhir asal Indonesia yang berada di Madinah berangkat ke Mekah.

Pelepasan jemaah haji dihadiri oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU)  Kemenag, Nizar Ali. Ia berharap jemaah terakhir yang berangkat mendapatkan kelancaran dalam beribadah.

"Mudah-mudahan mendapat kemudahan, kelancaran, dan dapat menjalankan umrah wajib dengan sempurna dan saat puncak haji dapat melaksanakan sempurna, semoga  jadi haji mabrur," ucap Nizar di Hotel Rehab Al Masi, Madinah, Selasa, (7/8/2018), sebagaimana dikutip dari situs Kementerian Agama Rabu (8/8) pagi.

Dalam pelepasan kloter terakhir 09 Palembang yang berjumlah 443, Nizar berpesan kepada seluruh jemaah yang berangkat ke Mekah agar menjaga kesehatan. Sehingga stamina jemaah tetap terjaga baik.

Selain itu, jemaah juga diminta tak menghabiskan tenaga untuk menjalankan umrah sunnah. "Itu bisa dilakukan setelah puncak haji," lanjutnya.

Nizar juga menyarankan agar antarjemaah haji dapat tolong-menolong. Dia berharap kasus jemaah yang terpisah dari rombongan tak dapat terjadi dengan saling menjaga.

"Dan jangan segan-segan meminta pertolongan kepada petugas. Ada, petugas yang akan membantu di setiap sektor dan hotel jangan ragu kalau butuh petolongan kami siap," ujarnya.

Jemaah Diminta Gunakan APD

Suhu di Mekah pada pagi hari rata-rata mencapai 38 derajat celcius dan meningkat pada sore hingga mencapai 43 derajat celcius. Cuaca panas yang terus menerus menerpa, berpotensi menyebabkan jemaah haji terkena heatstroke, yakni kondisi yang disebabkan karena suhu tubuh kita meningkat. Keadaan ini biasanya akibat paparan yang terlalu lama atau aktivitas fisik pada suhu tinggi.

"Kondisi ini bisa mengancam nyawa. Jemaah diharapkan menggunakan alat perlindungan diri (APD) yang telah dibagikan," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka dalam rilisnya yang diterima Media Center Haji (MCH) Mekah.

Eka menyebutkan beberapa tanda dan gejala heatstroke yaitu suhu tubuh lebih dari 40 derajat celcius, perubahan keadaan mental atau perilaku seperti kebingungan ucapan yang tidak jelas, dan kejang. 

Ada juga gejala perubahan dalam berkeringat. Pada sengatan panas, kulit kita akan terasa panas dan kering saat disentuh. Timbul mual dan muntah. Jantung berdebar cepat, nafas kita bisa menjadi cepat dan dangkal. Sakit kepala berdenyut.

Agar tidak terjadi kondisi ini, Eka mengingatkan  jemaah untuk sering minum dan jangan menunggu haus. Jemaah juga diimbau sering semprotkan air pada bagian kulit yang terbuka seperti muka dan tangan, gunakan payung dan topi saat di luar gedung.

"Jika mengalami tanda dan gejala seperti di atas segera hubungi tenaga kesehatan terdekat," pesan Eka.