BREAKINGNEWS.CO.ID - Tuntutan revolusi industri saat ini mengharuskan setiap orang mampu berpikir kreatif dan mengambil celah guna menerima tantangan tanpa terkecuali bagi kaum milenial yang memiliki waktu panjang dalam membangun dirinya maupun memberikan perannya dalam perkembangan bangsa dan negara.

Hal itulah yang dianggap sebagai tantangan sekaligus peluang bagi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sebagai OKP yang bergerak dalam lingkungan pelajar dan pemuda. Sebagai upaya mengakomodir usaha kreatif dengan di fasilitasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora), IPNU menyelenggarakan youth fair dengan mengangkat tema “Pemuda Mandiri, Indonesia Maju” di Smesco, Jakarta, pada tanggal 22-25 Desember 2019 dan di ikuti oleh 60 jenis usaha kreatif pemuda yang di ambil dari 362 usaha yang mendaftar.

Tidak hanya usaha kreatif pemuda dari seluruh Indonesia yang dipamerkan, dalam kegiatan youth fair 2019 ini juga akan di isi dengan agenda motivasi bisnis oleh praktisi professional, dan juga lomba kreatifitas pemuda diantaranya lomba mural, stand up comedy, dan band acoustic serta banyak agenda lainnya.

“IPNU berharap menjadi bagian dari kesuksesan bangsa Indonesia dalam menyiapkan generasi muda yang Cerdas, kreatif serta berdaya saing global dimasa mendatang melalui kegiatan ini, terimakasih juga untuk Kemenpora RI yang telah mempercayakan IPNU sebagai mitra pelaksana kegiatan ini” ucap Ketua Umum IPNU, Aswadi Jailani, Senin (23/12/2019).

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dr. H.M. Asrorun Ni'am Sholeh, MA, menuturkan dirinya senang dengan diselenggarakannya acara youth fair 2019 kali ini, Niam menuturkan bahwa mereka berkumpul kemudian menunjukkan kreatifitas dan juga inovasi serta kemampuannya untuk kepentingan bangsa dan negara. Ada inisiasi-inisiasi yang muncul dikalangan kaum muda, baik itu terkait dengan kepemimpinan sosial, terkait dengan kewirausahaan, kepemimpinan komunitas, yang terkait dengan prestasi-prestasi di berbagai bidang. Mereka semua berkumpul untuk berdiskusi, menentukan sumbangsih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Saya kira, 62 juta penduduk usia muda dalam rentang usia 16 sampai 30 tahun ini adalah aset yang luar biasa guna menggerakkan roda berbangsa dan bernegara. Kemandirian suatu bangsa, sangat ditentukan dengan sejauh mana anak-anak muda mengembangkan kreatifitas, inovasi dan kewirausahaan, karena pada hakekatnya kewirausahaan pemuda itu menjadi kunci di dalam membangun kemandirian kita sebagai bangsa. Dan ini menjadi fokus Presiden Indonesia, Joko Widodo, untuk mengafirmasi anak-anak muda di dalam kebijakan pembangunan SDM unggul untuk Indonesia maju," ujar Niam.

Dia menambahkan Langkah konkret dari pemerintah untuk mendukung program kewirausahan pemuda ini adalah yang pertama kita harus berikhtiar untuk menumbuhkan minat kewirausahaan di kalangan pemuda. Karena pada hakekatnya, anak-anak muda dengan kreatifitas dan inovasinya memiliki potensi kewirausahaan, atau jiwa kewirausahaan. Akan tetapi, tidak semua potensi itu bisa teraktualkan, maka disinilah kemenpora hadir untuk mendorong penumbuhan minat dikalangan kaum muda, sehingga potensi yang terpendam itu bisa aktual dengan pendampingan serta pelatihan. Lalu tahap berikutnya, bagi anak-anak muda yang sudah memiliki keberanian untuk memulai usaha tetapi belum cukup dipercaya oleh lembaga pembiayaan, maka pemerintah hadir dengan dukungan fasilitasi pembiayaan bagi para starup yang baru tumbuh ini sambil memberikan pendampingan, pelatihan dan juga membangun jejaring. Baru tahap yang berikutnya adalah pemagangan dan membangun jejaring dengan lembaga pembiayaan dan juga pelaku usaha yang sudah mapan sebelumnya sehingga terbangun hubungan saling mendukung dengan pendekatan kolaburasi bukan pendekatan kompetisi, apalagi pendekatan kompetisi yang saling mematikan.