BREAKINGNEWS.CO.ID - Dua anggota Bhabinkamibmas Polres Lumajang mendapat reward dari Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, SH, SIK, MH, MM. Penghargaan diberikan sebagai komitmen Kapolres terhadap anggotanya dalam melaksanakan tugas melerai sekaligus menyelamatkan nyawa dua warga desa yang terlibat adu carok.

Kedua anggota yang mendapat penghargaan itu adalah anggota Polsek Tempeh, Aipda Dimas Adji selaku Bhabinkamtibmas Desa Lempeni serta Bripka Rino yang merupakan Bhabinkamtibmas Desa Besuk. Penghargaan itu disampaikan langsung oleh Kapolres Arsal Sahban.

Kapolres menyatakan sangat bangga terhadap pencapaian anggotanya. “Meskipun ini adalah tugas pokok kita sebagai anggota Polri untuk menjaga kondusifitas wilayah, namun tetap saja saya sangat mengapresiasi respons cepat rekan-rekan yang berada di lapangan” ujar Arsal. 

Arsal yang lulusan Akpol 2000 ini berharap akan muncul anggota berprestasi lainnya. “Meskipun ini bukan sebuah ajang perlombaan, saya berharap akan banyak bermunculan anggota Polri yang berprestasi sehingga menjadikan motivasi agar Polri dalam mengemban tugas sehari hari semakin baik lagi,” tuturnya. 

Seperti diberitakan, pada tanggal 4 Januari 2019 terdapat dua orang warga Lumajang yang terlibat carok di wilayah hukum Polres Lumajang. Keduanya adalah Solikin (40) dan Mahfud (30). Keduanya bertarung dalam kondisi dipengaruhi alkohol dan dilatarbelakangi rasa cemburu tersangka Solikin terhadap Mahfud. Solikin yang telah menikah secara siri janda berusia 42 Tatun bernama Suhartatik, sering memergoki Mahfud sedang menggoda istri sirinya tersebut. Hal ini membuat Solikin geram lantaran Mahfud berkelit dengan mengatakan bahwa kehadirannya si rumah Suhartatik hanya ingin mengembalikan motor yang dipinjamnya. 
 
Setelah adu mulut, keduanya adu carok di depan rumah Suhartatik. Zainul Arifin, perangkat Desa Lempeni yang mengetahui kejadian tersebut lantas melapor ke Polsek Tempeh. Petugas yang datang ke lokasi kejadian langsung mengeluarkan tembakan peringatan agar keduanya menghentikan perkelahian tersebut. Mereka berduapun seketika langsung langsung roboh karena luka yang mereka derita cukup serius akibat adu carok. Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit DR Suyoto. 

Saat dbesuk Kapolres, Solikin tampak mengalami luka dikepalanya hingga mengenai tempurung kepalanya. Sedangkan Mahfud mengalami luka di bagian leher sisi belakang sedalam 3 sentimeter hingga hampir mengenai arteri tubuhnya.

Arsal menuturkan tetap memproses keduanya. "Proses hukum akan terus berjalan. Mereka berdua telah melanggar pasal 184 KUHP ayat 3 dengan ancaman 4 tahun Penjara. Mereka juga melakukan carok karena pengaruh minuman keras, sehingga mereka berdua tak bisa berfikir dengan jernih. Itulah salah satu faktor mengapa saya sangat gencar memberantas peredaran miras di wilayah Lumajang," tegas Arsal.