BREAKINGNEWS.CO.ID - Para atlet gulat yang mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang juga menjadi ajang Pra kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua di GOR Otista, Jakarta Timur, mulai 2-5 November 2019, diminta tetap menomor-satukan pembinaan dan persatuan. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (Sekjen PB. PGSI) Dr. Mohammad Amir.

"Saya tidak ingin peristiwa di PON 2016 Bandung terulang dalam ajang Pra-PON 2020 kali ini. Saya minta kepada seluruh Pengprov legowo dalam menerima setiap keputusan wasit dan jangan diulangi peristiwa yang lalu," ungkap Mohammad Amir ketika membuka Kejurnas/Pra-PON 2020 Papua, Sabtu (2/11).

Dikatakan, untuk meminimalisir subyektifitas wasit. Pihaknya menyiapkan Big Screen agar baik para ofisial maupun penonton bisa melihat pertandingan secara langsung.

" Saya berharap daerah-daerah mampu meloloskan atletnya sebanyak-banyak mungkin di PON 2020 nanti, " tandasnya lagi.

Pembukaan Kejurnas Gulat/Pra-PON 2020 juga dihadiri oleh Ketua KONI DKI Jaya, Djamhuron P Wibowo dan Ketua KONI Jawa Tengah, Brigjen (Purn) TNI Soebroto itu, diikuti oleh 24 Pengprov dengan jumlah total atlet 268 orang, terdiri dari pegulat putra 184 orang, putri 84 orang, dan mempertandingkan sebanyak 18 kelas.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara, Steven Setiabudi Musa yang juga Ketua Pengprov Gulat DKI Jaya meminta agar para peserta tetap menjunjung tinggi sportifitas.

"Saya berharap agar kegiatan ingin berjalan lancar, tertib, dan aman demi terciptanya prestasi para pegulat nasional dan sekaligus sebagai ajang silahturahmi, " tandasnya.

Sementara itu, Ketua KONI DKI Jaya, Djamhuron P Wibowo meminta agar DKI Jaya mampu mengukir prestasi terbaik di ajang ini. "Saya berharap agar para pegulat DKI Jaya banyak yang lolos ke Papua nanti, " ungkapnya.