JAKARTA – Sejalan dengan upaya Perdana Menteri India, Narendra Modi untuk memproyeksikan negaranya sebagai penyedia layanan murah di ruang angkasa global, India meluncurkan satelit ke-100 pada Jumat (12/1/2018). Sebanyak 31 satelit mini diluncurkan ke luar angkasa. Lebih dari separuh satelit mikro serta nano berada di Amerika Serikat, dan sisanya India, Kanada, Finlandia, Prancis, Korea Selatan (Korsel) dan Inggris Raya.

"Peluncuran satelit ke-100 oleh @isro menandakan pencapaian gemilangnya dan juga masa depan program luar angkasa India yang cerah," kata Modi di Twitter.

Program luar angkasa India memiliki anggaran sekitar 4 miliar dolar AS atau sekitar 53.6 triliun rupiah dan pemerintah Modi berharap peluncuran terbaru ini akan memperbaiki prospeknya untuk memenangkan pangsa lebih besar dari industri ruang angkasa global senilai lebih dari 300 miliar dolar AS atau sekitar 4.024.3 triliun rupiah.

Pemerintah Modi telah mempromosikan program luar angkasa dalam negeri sebagai demonstrasi teknologi berbiaya rendah dan Februari 2017 meluncurkan 104 satelit dalam satu misi tunggal, sebagian besar untuk pelanggan asing.

Organisasi Riset Luar Angkasa India (ISRO) menggunakan "kuda beban" Kendaraan Peluncuran Satelit Polar (PSLV-C40), bagian dari rangkaian penginderaan jauh jarak jauh Cartridge-2 atau "eye in the sky", untuk peluncuran Jumat dari Sriharikota di negara bagian Andhra Pradesh bagian selatan pukul 09.28 waktu setempat.

"Roket tersebut beratnya sekitar 1.323 kg," kata seorang pejabat senior di ISRO yang dikelola negara, yang tidak ingin disebutkan namanya. India akan menggunakan satelit terbarunya untuk pengawasan perbatasan yang lebih baik dan mendapatkan gambar resolusi tinggi di bumi.

"PSLV-C40 adalah alat pengintaian yang sangat canggih untuk mengawasi perbatasan India dan akan membantu pemerintah melacak kemajuan proyek infrastruktur," kata Pallava Bagla, seorang penulis sains dan rekan penulis "Reaching for the Stars: India's Journey to Mars."

Dua ilmuwan di ISRO mengatakan bahwa gambar yang dikumpulkan oleh satelit akan digunakan oleh badan keamanan India untuk melacak kegiatan militer di negara tetangga Pakistan, Cina, Bangladesh, Sri Lanka dan Nepal.