BREAKINGNEWS.CO.ID - Pengamat politik dari Lembaga Analisis Politik Indonesia (L-API), Maksimus Ramses Lalongkoe menduga jika calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto tidak hafal dengan baik bunyi sila-sila Pancasila. Hal itu tercermin ketika Prabowo membaca sila ke-empat Pancasila pada Minggu (4/11/2018) lalu.

"Saya menduga Prabowo tidak menghafal baik bunyi sila-sila itu. Sama seperti Roy Suryo (wakil ketua umum Partai Demokrat) sebelumnya yang tak hafal lagu Indonesia Raya," kata Ramses kepada breakingnews.co.id saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Sabtu (10/11/2018).

Untuk itu, Ramses yang juga sebagai dosen di Universitas Mercu Buana Jakarta itu berpendapat jika seharusnya hal-hal yang bersifat substansial seperti harus dihafal dengan baik dan benar.

"Harusnya hal-hal substansial apalagi menyangkut sila Pancasila harus dihafal dengan benar agar tidak menjadi bahan candaan publik," ujarnya.

Saya memang sempat nonton sekilas video itu. Prabowo agak tersendat saat menyebut sila tersebut. Kalau melecehkan negara tidak, kan salah sebut saja. Tapi, harusnya Prabowo sebagai Capres tak boleh salah menyebut hal-hal yang bersifat subtansial seperti Pancasila," imbuhnya.

Selain itu, Ramses juga berpendapat jika sebagai capres, Prabowo harusnya dapat menjadi contoh bagi pendukungnya. Hal ini juga akan berpengaruh sedikitnya terhadap pandangan masyarakat terhadap Ketua Umum Partai Gerindra ini.

"Harusnya demikian (jadi contoh) sebab dia calon presiden," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Beredar video capres Prabowo Subianto sempat salah menyebut sila ke-4 Pancasila. Video itu disebut tim Prabowo sebagai serangan politik secara personal.

Juru bicara (Jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan jika hal ini merupakan bentuk isu-isu yang digoreng.

"Sama kaya semalam saya ditelepon soal videonya Pak Prabowo dan Bang Sandi yang melangkahi makam. Jadi gini,sekarang terlihat permainan itu menyerang isu personal, bukan lagi adu gagasan yang terjadi, jadi nggak substansi lagi," kata Andre, Sabtu (10/11/2018).

Andre menegaskan Pancasila bukan sebatas menghafal, tapi juga bagaimana mengimplementasikan Pancasila ke dalam kehidupan bernegara. Andre lantas menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap tidak mengamalkan Pancasila ke dalam pemerintahannya.

"Pertama, bicara Pancasila, bicara Pancasila kita kan nggak hanya sebatas menghafal, kalau menghafal itu Pak Prabowo pasti hafal. Tapi kan masalah bangsa kita nggak hanya menghafal, tapi bagaimana mengimplementasikan banyak orang ngaku 'saya Pancasila, saya Pancasila', kelakuannya jadi pejabat dia Pancasila nggak?" ujarnya.

"Misalnya persatuan Indonesia, kita tahu sejak Pak Jokowi pakai baju kotak-kotak inilah Indonesia mulai terkotak-kotakkan, lalu kita tanya soal kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan. Bagaimana demokrasi Pak Jokowi? Semakin mundur akhir ini, dan keadilan sosial, apa yang dirasakan masyarakat sekarang? Petani lagi panen, beras Anda impor, kemarin panen gula, Anda impor," lanjutnya.

"Kalau soal Pancasila mah mohon maaf, jauh lebih Pancasila Prabowo daripada Jokowi. Prabowo sudah pertahankan Pancasila dan UUD dengan darah dan air mata di saat Pak Jokowi lagi di mana? Nggak tahu," sambungnya.