BREAKINGNEWS.CO.ID -- Kekayaan cerita-cerita lokal di bumi Nusantara sudah sepantasnya terus digaungkan secara lebih luas agar pesan-pesan moral atau local wisdom yang ada mampu menyebar hingga generasi mendatang.

Bahkan dengan perkembangan teknologi terkini, serta keberadaan berbagai platform, kisah-kisah lokal tersebut bisa dikemas dengan cita rasa kekinian sehingga bisa menembus dunia internasional.

Konsep untuk mengembangkan dan menyebarkan kekayaan cerita-cerita lokal yang ada di Indonesia itulah yang menjadi fokus utama rumah produksi, PT Satria Dewa Studio (SDS). Rene Ishak, pemilik SDS, menjelaskan keyakinannya.

"Dengan mengandalkan konten-konten lokal yang dikembangkan secara kreatif melalui multiplatform, PT SDS yakin cerita-cerita lokal, terutama mengenai kepahlawanan, baik yang berdasarkan kisah Mahabrata dan dongeng rakyat di nusantara bisa terangkat dan menyebar dalam skala internasional yang lebih luas," ungkapnya, Senin (16/12/2019) di Conclave Wijaya, Jaksel.

Saat ini, salah satu cerita yang sedang digarap PT SDS dalam bentuk film adalah mengenai sosok Satria Dewa Gatotkaca, salah satu pahlawan dalam kisah Mahabrata. Penggarapan film yang dilakukan PT SDS, sudah memasuki periode produksi dengan melibatkan produser film, tim pengembang cerita, dan penulisan naskah.

Film Satria Dewa Gatotkaca diharapkan sudah tayang di seluruh bioskop tanah air sebelum akhir 2020. Dalam pengembangannya, PT SDS merencanakan membuat tujuh atau delapan buah film sejenis hingga delapan tahun ke depan, termasuk Kurusetra, yang akan diproduksi pada 2027.

"Progres penggarapan film Satria Dewa Gatotkaca sendiri hingga kini sudah sesuai jadwal yang ditetapkan. Kapasitas orang yang terlibat dalam produksi ini, saya yakin sangat kompeten dan akan mampu menghasilkan film yang bermutu dan punya cita rasa internasional," kata Calerina Judisari, produser.

Produksi film Satria Dewa Gatotkaca ini melibatkan Rene Ishak dan Francis Wanandi sebagai executive producer. Rene juga terlibat dalam pengembangan story bersama Rahabi Mandra, Roan Anprira dan Tesadesrada Ryza. Penulis naskah, Rahabi Mandra.

Menurut Calerina, yang juga Sekjen Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI), pengambilan gambar untuk film Satria Dewa Gatotkaca akan mulai dilaksanakan pada April 2020, dan berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan, pada November 2020 film tersebut sudah siap ditayangkan.

"Saya yakin masyarakat Indonesia dan juga internasional akan menyukai film Satria Dewa Gatotkaca ini. Selain sosok Gatotkaca yang sudah melegenda, penggarapan film ini dikerjakan sangat serius sehingga jalan cerita dan unsur-unsur artistik yang ada di dalamnya akan membuat penonton tertarik," jelas Calerina.

Sejalan dengan persiapan produksi filmnya, PT SDS juga melakukan pengembangan cerita untuk ditayangkan di Over The Top (OTT) platform. Nantinya, akan ada series yang dikeluarkan untuk memperkenalkan dunia Satria Dewa kepada penonton. Berbagai aktivitas on-ground dan penjualan merchandise akan dilakukan guna mendukung tayangnya Satria Dewa Gatotkaca, sehingga Satria Dewa Gatotkaca akan menjadi akrab di dunia kekinian.