BREAKINGNEWS.CO.ID - Satpol PP Jakarta Barat melakukan pengawasan dan penjagaan di lima lokasi titik inti antisipasi arus balik dan para pendatang yang akan mengadu nasib di wilayah Jakarta Barat ditengah Pandemi Corona.

Kasat Pol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat mengatakan para para mudik arus balik maupun para pendatang yang akan masuk ke Jakarta Barat harus milik SIKM (Surat Izin Keluar Masuk).

“Ada lima titik penjagaan, yang pertama itu di Kalideres Daanmogot, yabg kedua di Joglo Raya, yang ketiga di Karang Tengah, yang ke empat itu di Jalan Raya Serang yang madu masuk Jakarta, dan yang kelima Jalan Raya Maja” ujar Tamo dikonfirmasi, Kamis (28/5/2020).

Tamo mengatakan dalam pengawasan pihaknya di Kalideres Jakarta Barat, banyak pemudik arus balik yang akan ke Jakarta, terpaksa himbau putar balik akibat tidak adanya SIKM dari para pemudik arus balik tersebut.

“Sebanyak 125 kendaraan bermotor dari Tengrang menuju Jakarta, per Rabu kemarin (27/5/2020) terpaksa kita munta putar balik karena tidak ada SIKM” ujar Tamo.

Tamo mengatakan dalam penjagaan arus balik di lima titik tersebut sebanyak 10 petugas Satpol PP disiagakan ditambah petugas gabungan dari TNI Polri yang ikut berkolaborasi.

“Anggota saya di lima titik ini 200 orang yang terlibat, selama 24 jam kita berjaga, satu sift penjagaan selama 8 jam, kemudian di rolling petugas siftnya” ujar Tamo.

Tamo mengatakan ke banyak pemudik arus balik masih belum mengetahui adanya larangan arus balik tersebut maupun tidak mengetahui bagaimana cara mengurus SIKM agar bisa kembali ke Jakarta.

“Kebanyakan memang para pengendara belum tahu cara mengurus SIKM, kita berhentikan, kemudian kita kasih tahu cara mengurusnya, jika sudah punya SIKM baru boleh masuk Jakarta” ujarnya.

Diketahui sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan menutup pintu masuk ke Jakarta bagi para pemudik yang membandel pergi dari Jakarta maupun bagi para pendatang baru.

Hal ini di lakukan Pemprov DKI Jakarta guna memutus rantai penyebaran virus Corona yang saat ini jumlah terus bertambah.