BREAKINGNEWS.CO.ID - Anggota Satuan Tugas (Satgas) Khusus Bareskrim Mabes Polri menggagalkan upaya penyelundupan sabu sekaligus berhasil menangkap bandarnya yang merupakan jaringan narkoba internasional di Kota Serang. Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit mengapresiasi keberhasilan anak buahnya, sebab narkoba adalah musuh utama kita bersama.
 
Sebanyak 821 kilogram (Kg) narkoba jenis sabu diamankan polisi di sebuah Ruko di Jl. Takari, Kec. Tatakan, Kota Serang, Banten.
 
"Di penghujung bulan puasa ini kita dari Satgas khusus Bareskrim Mabes Polri melakukan pengungkapan jaringan narkoba internasional, yaitu dari Timur Tengah, yang dimana tadi malam anggota Satgas Khusus berhasil menangkap tersangka sekitar setengah 7 malam di Kota Serang", kata Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo mewakili Kapolri Jenderal Idham Azis di lokasi, Sabtu (23/05/2020). Kabareskrim didampingi Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono.

Dari pengungkapan itu tim Satgas Khusus Bareskrim Mabes Polri mengamankan dua pelaku berinisial BA dan AS, keduanya asal Timur Tengah. "Pelaku yang sudah kami amankan inisialnua BA dari Pakistan dan AS dari Yaman," ujar Listyo Sigit.
 
Pengungkapan kasus ini diawali oleh penyelidikan yang cukup cermat selama sejak Desember. "Saat itu anggota satgas berhasil mengamankan kapal, dimana anggota satgas memeriksa ABK dan mereka diketahui positif narkoba, namun pada saat itu narkoba yang kita cari tidak ditemukan," jelas Kabareskrim.

Dari situ penyelidikan terus dilakukan, dan pada Januari 2020 tim Satgas berhasil mengungkap 288 kg sabu dan mengamankan tiga tersangka. "Tim terus bergerak dan mendapatkan informasi bahwa terkait dengan kelompok Timur Tengah atau kelompok Iran ini bersiap-siap akan melakukan transaksi lagi sehingga dilakukan pengintaian dan akhirnya kita mendapati target yang tinggal di wilayah Jakarta," lanjutnya.

Kabareskrim mengungkapan dalam menjalankan aksinya tersebut para tersangka mencoba menyamarkan dengan mencampurkan barang haram.tersebut dengan buah asam Kuranji untuk disamarkan. 
 
Listyo Sigit menerangkan jaringan asal Timur Tengah masuk ke Banten sekitar dua Minggu lalu melalui salah satu wilayah pantai yang ada di daerah Banten.

Listyo Sigit yang lulusan Akpol Angkatan 91 itu mengajak elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran narkoba. "Kepada seluruh masyarakat, kepada seluruh tokoh agama, kepada rekan-rekan Ulama mari kita bersama-sama melakukan pencegahan, awasi jalan-jalan tikus, awasi pintu-pintu masuk agar narkoba ini tidak masuk ke daerah kita. Dan ini perlu kerja keras kita bersama untuk menyelamatkan generasi muda kita dan menyelamatkan bangsa kita," ajaknya.

Ia juga berharap agar ke depan Tim Satgas Khusus Bareskrim Mabes Polri mampu mengungkap kasus yang lebih besar lagi. "Saya harapkan ke depan rekan-rekan kita bisa mendapatkan pengungkapan-pengungkapan yang lebih besar," ungkapnya.
 
"Saya juga ucapkan terimakasih kepada seluruh anggota yang tergabung dalam tim satgas, baik dalam satgas pusat maupun daerah yang melakukan terus upaya-upaya pengungkapan dan penangkapan. Jangan segan-segan, bila perlu lakukan tindakan tegas karena narkoba ini merupakan musuh utama kita bersama," sambungnya.